Lintasan Sejarah 14 Februari 2018
Hari ini, Rabu tanggal 14 Februari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Jumadil Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Bahman 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Baron Reuter Dirikan Bank Shahanshahi
133 tahun yang lalu, tanggal 27 Jumadil Awal 1306 HQ, Baron Reuter mendirikan Bank Shahanshahi di Iran
Pasca pembatalan hak luar biasa Baron de Reuter, investor Inggris, terkait monopoli pembangunan rel kereta api, penambangan dan pendirian bank nasional, pihak Iran dan Baron Reuter memahami bahwa apa yang telah disepakati sebelumnya tanpa didahului dengan studi mendalam. Oleh karena itu, pada 27 Jumadil Awal, sebagai bentuk ganti rugi pembatalan hak luar biasa, Baron Julius de Reuter mendapat hak yang lebih terbatas, tapi masih berkesempatan untuk mendirikan bank dan memanfaatkan sebagian tambang Iran.
Hak yang diberikan pemerintah Iran itu akhirnya membuat Baron de Reuter mendirikan Bank Shahanshahi (Imperial Bank) dan Bank Industri dan Pertambangan.
Warga Sa’sa’ Dibunuh Massal Kelompok Palmach
80 tahun yang lalu, tanggal 14 Februari 1938, kelompok teroris Zionis bernama Palmach, menyerang desa Sa'sa' di kawasan Palestina pendudukan dan membantai massal penduduk desa itu.
Aksi teror yang berlangsung hingga keesokan harinya itu, menghancurkan 20 rumah warga dan menewaskan 60 orang, yang sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak.
Kelompok Palmach adalah divisi pembunuh rahasia dari kelompok militan Zionis, Haganah. Ada tiga kelompok besar teroris Zionis, yaitu Haganah, Irgun, dan Stern Gang. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Yitzhak Shamir, Menachem Begin and David Ben-Gurion, orang-orang yang kemudian malah dianggap pahlawan dan menjadi pejabat tinggi, seperti Perdana Menteri.
Kelompok-kelompok militan ini melancarkan aksi-aksi teroris terhadap rakyat sipil Palestina dengan harapan bisa menakuti-nakui mereka agar pergi meninggalkan rumah mereka sehingga bisa diambil alih oleh orang-orang Zionis. Kelompok Palmach, yang merupakan divisi pembunuh rahasia kelompok Haganah pimpinan Yitzhak Rabin, selain membunuh massal warga desa Sa'sa', juga tercatat pernah membunuh massal desa di Balad Al-Sheikh dan Lydda.
Fatwa Imam Khomeini untuk Salman Rushdi
29 tahun yang lalu, tanggal 25 Bahman 1367 HS (14 Februari 1989), Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini, mengeluarkan fatwa hukuman mati atas dasar kemurtadan yang dilakukan Salman Rushdi.
Penulis muslim asal Inggris itu dinilai telah murtad akibat menulis novel yang berjudul "Ayat-Ayat Setan". Dalam novel itu, Salman Rushdi telah menghina dan merendahkan Islam, al-Quran, dan Rasulullah Saw.
Pencetakan dan pendistribusian besar-besaran buku ini secara jelas mendapat dukungan dari pemerintah Barat sehingga membuktikan adanya konspirasi budaya yang dilancarkan oleh Barat terhadap kaum muslimin. Fatwa yang dikeluarkan Imam Khomeini ini menyadarkan masyarakat dunia mengenai kebusukan novel Ayat-Ayat Setan tersebut.
Fatwa Imam ini juga mendapat dukungan luas dari sebagian besar ulama dunia Islam, Organisasi Konferensi Islam, dan kalangan cendikiawan independen dunia. Sebaliknya, pemerintah Barat malah memberi perlindungan penuh kepada Salman Rushdi dengan alasan melindungi kebebasan penulisan.