Lintasan Sejarah 17 Februari 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 17 Februari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 30 Jumadil Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Bahman 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Perang Zaragoza Berakhir
209 tahun yang lalu, tanggal 17 Februari 1809, perang Zaragoza yang meletus antara Perancis dan Spanyol akhirnya berakhir dengan kemenangan Perancis dan didudukinya kota Zaragoza yang terletak di timur Spanyol oleh tentara Perancis.
Perang ini dimulai tanggal 15 November 1808 dengan serangan tentara Napoleon ke kota Zaragoza dab mendapatkan perlawanan gigih dari rakyat kota itu.Perang ini menimbulkan korban yang sangat banyak.
Pada tahun 1812, setelah Napoleon mundur dari Rusia dan setelah persatuan negara-negara Eropa juga mengalami kekalahan, akhirnya Spanyol pun lepas terbebas dari pendudukan Perancis.
Perang Cina-Vietnam
39 tahun yang lalu, tanggal 17 Februari 1979, Cina menyerbu wilayah Vietnam. Konflik ini berlangsung selama sebulan dan terjadi empat tahun setelah Vietnam mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.
Invasi Cina ini untuk membalas aksi militer Vietnam yang telah membunuh dan melukai 300 tentara dan warga sipil mereka di perbatasan.
Hubungan Beijing dan Hanoi telah memanas sejak setahun sebelumnya, saat Vietnam menyerbu Kamboja yang merupakan sekutu dekat Cina .
Sejak saat itu, Cina telah mengerahkan tidak kurang dari 150 ribu pasukan ke perbatasan Vietnam guna memaksa Hanoi menarik tentaranya dari Kamboja
Hanya dalam hitungan hari, seluruh wilayah Vietnam utara jatuh ke tangan Cina. Hanoi, yang menyadari keunggulan militer Cina, memilih melakukan taktik gerilya daripada berhadapan langsung dengan pasukan Tirai Bambu tersebut.
Setelah hampir satu bulan menggelar operasi militer, pada 16 Maret 1979, Cina menarik tentaranya dari Vietnam. Invasi Cina ke Vietnam tersebut gagal memaksa Hanoi menarik tentaranya dari Kamboja. Vietnam tetap menempatkan tentaranya di Kamboja hingga 1989.
Perundingan Segi Tiga Iran-Irak dan Sekjen PBB di New York
29 tahun yang lalu, tanggal 26 Bahman 1367 Hs, dilakukan perundingan segi tiga antara Iran dan Irak yang dihadiri Sekjen PBB waktu itu di New York.
Perundingan ini dilakukan setelah perundingan beberapa bulan sebelumnya tidak memberikan hasil, bahkan ada kemungkinan perundingan menjadi gagal, Republik Islam Iran menunjukkan niat baiknya kepada masyarakat internasional dan PBB, khususnya Sekjen PBB waktu itu. Hal itu membuat Sekjen PBB meminta kepada Dewan Keamanan PBB agar memberikannya kewenangan yang lebih besar untuk melakukan perundingan dan permintaan itu disetujui.
Sekalipun pihak Irak tidak ingin melanjutkan perundingan dan usulan transparan Sekjen PBB, tapi ternyata perundingan berlangsung cepat dan mencapai kesepakatan yang baik.
Sebenarnya, jalan buntu dalam proses perundingan antara Iran dan Irak di bawah pengawasan Sekjen PBB dan setelah berlangsungnya gencatan senjata dari kedua negara menunjukkan Irak lamban dalam menjalankan isi Resolusi 598.