Lintasan Sejarah 24 Maret 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 24 Maret 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Robert Koch Menemukan Penyebab TBC
136 tahun yang lalu, tanggal 24 Maret tahun 1882, bakteri penyebab TBC berhasil ditemukan oleh Robert Koch, seorang dokter dan peneliti asal Jerman.
Bakteri jenis basil ini kemudian dinamakan Basil Koch, sesuai dengan nama penemunya. Dalam usahanya meneliti penyakit TBC, Robert Koch menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun, termasuk penelitian di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Indonesia selama satu setengah tahun.
Pada tahun 1905, Koch dianugerahi hadiah Nobel bidang kedokteran. Penyakit TBC sendiri adalah sebuah penyakit infeksi bakteri pada paru-paru yang sangat menular.
Ayatullah Sayid Ali Borghei Wafat
44 tahun yang lalu, tanggal 4 Farvardin 1353 HS, Ayatullah Borghei meninggal dunia dalam usia 93 tahun.
Ayatullah Sayid Ali Borghei Razavi Qommi lahir dari keluarga Sadat Borghei di Qom pada 1260 Hs. Beliau menyelesaikan studi tingkat pertama dan menengah hauzah di Qom dan setelah itu berguru pada Ayatullah Mohammad Arbab, Sheik Abol Qassem Kabir Qommi dan Sheikh Abdolkareem Hairi .
Ayatullah Sayid Ali Borghei kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak dan berguru pada Ayatullah Sayid Abu al-Husein Isfahani dan Mirza Naini yang mengantarkannya meraih derajat tinggi keilmuan. Setelah itu beliau kembali ke Iran dan menetap di Tehran sambil mengajar, menulis dan membimbing rakyat.
Dari ulama besar ini banyak karya ilmiah yang ditinggalkannya seperti Elahi Nameh, Buthun Khamsun, Falsafah Shadat dan kumpulan syair.
Jendral Muhammad Arsyad Meraih Kekuasaan
36 tahun yang lalu, tanggal 24 Maret 1982, melalui sebuah kudeta damai, Jenderal Muhammad Ershad menggulingkan pemerintahan Abdul Satar di Bangladesh dan meraih kekuasaan di negara ini.
Republik Bangladesh diproklamasikan tahun 1971 dan Mujibur Rahman diangkat sebagai Perdana Menteri.
Pada tahun 1975, Mujibur Rahman dibunuh dalam sebuah kudeta militer dan digantikan oleh Mayjen Zia-ur Rahman. Enam tahun berikutnya, Zia-ura Rahman juga terbunuh dalam kudeta dan posisinya digantikan oleh wakil presiden, Abdul Satar. Situasi politik yang kacau saat itu dimanfaatkan oleh Jendral Muhammad Ershad untuk melakukan kudeta dan merebut kekuasaan.
Pada tahun 1990, menyusul semakin meningkatnya protes dan penentangan dari rakyatnya, Jenderal Ershad mengundurkan diri dari jabatannya.