Mar 27, 2018 09:46 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 27 Maret 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abdi Beik Shirazi Lahir

518 tahun yang lalu, tanggal 9 Rajab 921 HQ,  Abdi Beik Shirazi, yang dijuluki "Nawidi" atau si berita gembira, seorang sejawaran Iran, terlahir ke dunia di kota Shiraz, selatan Iran.

Karya terbesar sejarawan ini adalah sebuah buku sejarah yang berisi catatan sejarah lebih dari 100 tahun pemerintahan dinasti Safawi di Iran. Dalam buku ini, dia menceritakan kehidupan dinasti Safawi sejak awal hingga tahun 978 HQ.

Karya lain Nawidi adalah "Jam-e Jamshidieh" yang ditulis dalam bentuk syair.

Sejarah

Kelahiran Penemu Sinar X 

173 tahun yang lalu, tanggal 27 Maret tahun 1845, Wilhelm Conrad Rontgen, matematikawan dan ahli Fisika terkenal Jerman lahir ke dunia.

Rontgen banyak melakukan kajian dan penelitian yang berhubungan dengan sinar.

Akhirnya pada tahun 1895, saat melakukan sebuah penelitian di laboratoriumnya, secara tak sengaja ia menemukan sebuah sinar yang dapat menembus berbagai benda yang tak ditembus oleh cahaya biasa. Karena misterius, sinar ini diberinama Sinar X.

Pada tahun 1901, Rontgen menerima hadiah Nobel untuk Fisika. Wilhelm Conrad Rontgen meninggal pada tahun 1923 di Munich, Jerman.

Wilhelm Conrad Rontgen

Sekjen PBB Mengutuk Penggunaan Senjata Kimia

30 tahun yang lalu, tanggal 7 Farvardin 1367 HS, Sekjen PBB mengutuk penggunaan senjata kimia.

Sekalipun Irak di masa rezim Saddam banyak menggunakan senjata kimia dan Dewan Keamanan PBB di tahun-tahun berikutnya tidak mereaksi hal ini, Javier Perez de Cuellar, Sekjen PBB waktu itu akhirnya mengambil inisiatif mengeluarkan pernyataan mengutuk pemerintah Irak.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 7 Farvardin 1367 Hs (28 Maret 1988), Sekjen PBB menyatakan penyesalannya dan menyebut memiliki banyak bukti terkait penggunaan senjata kimia di hari-hari terakhir perang Iran-Irak yang digunakan oleh rezim Saddam. Menurutnya, penggunaan senjata kimia telah merenggut banyak korban dari warga kedua negara.

Di bagian lain dari pernyataannya, Sekjen PBB secara transparan mengecam penggunaan senjata kimia dalam kondisi dan alasan apapun.

Pernyataan ini sangat penting dan jarang terjadi di PBB. Keberanian de Cuellar ini pada saat yang sama menunjukkan dirinya bersikap netral dan tidak berpihak, sehingga berhasil mempertahankan hubungannya dengan dua negara yang konflik selama 8 tahun. Sikap ini sangat berpengaruh dalam membatasi pelanggaran HAM selama masa perang dan membantu segera diakhirinya perang.

PBB