Mar 29, 2018 15:32 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 29 Maret 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Anbari, Mufassir Al-Quran Lahir

1168 tahun yang lalu, tanggal 11 Rajab 271 HQ, Abu Bakar Muhammad yang lebih dikenal dengan Ibnu Anbari, ahli bahasa dan penafsir al-Quran lahir di kota Baghdad.

Setelah mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu al-Quran, Ibnu anbari kemudian mempelajari hadis dengan tekun. Ibnu Anbari dikenal sebagai ulama yang memiliki kekuatan hapalan yang cemerlang, tapi pada saat yang sama sangat rendah hati ketika berada di depan murid-muridnya.

Selain mengajar dan mendidik murid-muridnya beliau juga meninggalkan karya berharga seperti Adab al-Katib dan Dhamair al-Quran.

Ibnu Anbari meninggal dunia pada hari Idul Fitri tahun 328 HQ di usia 57 tahun.

al-Quran

Imperium Ottoman Kalahkan Polandia

342 tahun yang lalu, tanggal 29 Maret tahun 1676, tentara imperium Ottoman berhasil mengalahkan tentara Polandia.

Dengan kemenangan itu, sebagian wilayah Ukraina yang sebelumnya berada di bawah kekuasaan Polandia dikuasai oleh Imperium Ottoman.  Perang antara keduanya berawal dari pemberontakan orang-orang Kazhakstan terhadap pemerintahan Polandia.

Imperium Ottoman memberikan dukungan penuh atas pemberontakan itu dan akhirnya pecahlah perang kedua negara pada tahun 1671. Selama perang, Imperium Ottoman sempat menderita kekalahan. Akan tetapi, pada tahun 1676, tentara Ottoman berhasil menebus kekalahannya itu.

imperium Ottoman

Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi Wafat

24 tahun yang lalu, tanggal 9 Farvardin 1373 HS, Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi meninggalkan dunia.

Ayatullah Ali Akbar Marandi lahir di kota Marand pada 1314 HS dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama di kota kelahirannya, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak. Beliau belajar pada guru-guru besar hauzah ilmiah Najaf selama 15 tahun seperti Syeikh Muhammad Muhsin Gharawi Isfahani, Mirza Naini, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Sayid Abul Hasan Isfahani.

Ayatullah Marandi selama 10 tahun belajar irfan dan sair suluk bersama teman sekamarnya Allamah Sayid Muhammad Husein Thabathabai kepada guru besar seperti Ayatullah Sayid Hossein Kouh Kamareh-i, Sayid Sadra Badkoubeh-i dan khususnya kepada Mirza Ali Qadhi Tabrizi Thabathabai. Beliau menguasai ilmu hadis, tafsir dan tentu saja masalah-masalah fiqih dan irfan.

Ayatullah Marandi tinggal di kota kelahirannya selama lebih dari 50 tahun dan selama itu pula beliau mengajar, menulis dan menuntun masyarakat ke jalan Allah. Beliau disebut oleh Allahmah Thabathabai sebagai bintang irfan yang terang benderang bersinar di langit.

Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi