Mar 31, 2018 10:28 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 30 Maret 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abbas bin Abdul Muthallib Wafat

1407 tahun yang lalu, tanggal 12 Rajab 32 HQ, Abbas bin Abdul Muthallib, salah seoran paman Rasulullah, dan pemuka Quraisy meinggal dunia.

Selama hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi. Sebagian sejarawan meyakini bahwa Abbas telah memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi sebelum peristiwa hijrahnya Nabi Saw ke Madinah. Ia diyakini para sejarawan tersebut sebagai orang yang menyampaikan berbagai informasi rahasia mengenai gerakan-gerakan kaum Musyrikin Mekah yang memerangi kaum Muslimin.

Abbas secara resmi memeluk Islam pada tahun kedelapan hijriah. Setelah Mekah ditaklukkan, Abbas diperintahkan Nabi untuk menjadi penanggung jawab penyediaan air bagi para peziarah Kabah.

Sejarah

Pulau Alaska Dijual

151 tahun yang lalu, tanggal 30 Maret tahun 1867, Pulau Alaska yang terletak di barat laut Kanada dijual oleh pemerintah Rusia kepada AS dengan harga hanya 7.200.000 dolar AS.

Saat itu, motivasi Moskow untuk menjual pulau yang berdekatan dengan kutub utara tersebut adalah untuk menutupi masalah ekonomi yang dihadapi oleh Rusia.

Pulau Alaska memiliki luas 1.500.000 kilometerpersegi dan termasuk kawasan yang hingga kini memiliki kekayaan alam sangat besar seperti minyak dan emas. Alaska juga kawasan yang memberikan sumbangan sangat besar kepada perekonomian AS di bidang industri perikanan. Saat ini, Alaska adalah negara bagian ke-49 AS.

Alaska

Pengakuan Jimmy Carter akan Kesalahan AS Soal Iran

38 tahun yang lalu, tanggal 10 Farvardin 1359 HS, Jimmy Carter, Presiden Amerika waktu itu mengeluarkan pernyataan mengakui kesalahan Amerika soal Iran.

Beberapa bulan pasca didudukinya sarang spionase Amerika (Kedubes AS di Tehran) oleh para mahasiswa pendukung Khate Emam dan ancaman AS yang tidak mempengaruhi bangsa dan pemerintah Iran, Jimmy Carter, Presiden AS waktu itu pada 10 Farvardin 1359 HS mengirim pesan kepada Republik Islam Iran yang mengakui kegagalan pemerintahnya menyelesaikan masalah ini.

Pengakuan gamblang Carter akan kebenaran sikap Revolusi Islam Iran dan pendudukan sarang mata-mata Amerika menunjukkan diplomasi di Amerika telah mengalami jalan buntu. Ia mengakui bahwa sebagai kepala negara telah melakukan perbuatan yang patut dikecam.

Pengakuan ini disampaikan ketika Setan Besar di hari-hari setelahnya melakukan aksi militer terhadap Iran demi membebaskan para tawanan. Tapi dengan bantuan ilahim mereka terperangkap di gurun Tabas dan harus kembali menelan kekalahan.

Image Caption