Apr 09, 2018 09:26 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 9 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Sheikh Jakfar Kasyif Al-Ghita Wafat

211 tahun yang lalu, tanggal 22 Rajab 1228 HQ, Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita meninggal dunia di usia 74 tahun.

Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita lahir di kota Najaf pada 1154 Hq dan sejak kecil beliau telah mempelajari ilmu-ilmu agama.

Pada awalnya, beliau mempelajari ilmu-ilmu pengantar kepada ayahnya sendiri dan setelah itu belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Muhammad Mahdi Qaunawi, Muhammad Baqir Wahid Bahbahani dan Sayid Mahdi Bahr al-Ulum.

Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita kemudian menyibukkan diri dengan menulis dan mengajar yang kemudian melahirkan banyak karya dan murid. Satu dari upaya beliau adalah menghadapi aliran Akhbari yang sangat mementingkan hadis dan berhasil memadamkan fitnah ini.

Sheikh Jakfar Kasyif al-Ghita

Pembantaian Massal di Deir Yasin

70 tahun yang lalu, tanggal 9 April 1948, terjadi pembantaian besar-besaran di kawasan pedesaan Deir Yasin, yang terletak di barat Baitul Maqdis.

Saat itu, lebih dari 270 warga sipil Palestina yang tinggal di desa itu dibantai secara sadis oleh organisasi teroris Irgun.

Organisasi Irgun adalah sebuah milisi di bawah pimpinan Menachem Begin, seorang tokoh fundamentalis Zionis  yang kelak menjadi Perdana Menteri Israel. Akibat aksi teror menakutkan terus-menerus yang dilakukan tentara Zionis, sejumlah besar warga Palestina mengungsi ke kawasan-kawasan sekitar Palestina.

Deir Yasin

Hari Nasional Teknologi Nuklir Iran

12 tahun yang lalu, tanggal 20 Farvardin 1385 HS (9 April 2006), Republik Islam Iran mengumumkan keberhasilannya menguasai teknologi pengayaan uranium untuk kepentingan damai.

Keberhasilan itu didapat berkat kerja keras para ilmuan Iran. Meski menghadapi keterbatasan sarana dan pra sarana akibat embargo negara-negara adi daya, mereka berhasil menyempurnakan proses pengayaan uranium dan membuat sendiri bahan bakar yang diperlukan instalasi-instalasi nuklir. Dengan demikian, Iran telah memastikan diri sebagai bagian dari negara-negara pemilik teknologi nuklir.

Tepat setahun kemudian, Iran mengumumkan berhasil memproduksi bahan bakar nuklir dalam skala industri. Keberhasilan ini dicapai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional dan sesuai dengan aturan IAEA. Akan tetapi, negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dengan standar gandanya menuntut Iran untuk menghentikan aktivitas nuklir ini. Di saat yang sama, negara-negara tersebut tidak pernah mempersoalkan rezim zionis Israel yang tidak tunduk kepada aturan IAEA dan menyimpan ratusan bom nuklir di gudang-gudang senjatanya.

Hari Teknologi Nuklir Nasional Iran