Apr 14, 2018 00:01 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 10 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ayatullah Kouhkarameh-i Meninggal Dunia

140 tahun yang lalu, tanggal 23 Rajab 1299 HQ, Ayatullah Sayid Husain Kouhkamareh-i, seorang ulama dan ahli fiqih terkemuka Iran meninggal dunia dan dikebumikan di kota Najaf al-Asyraf, Irak.

Ayatullah Sayid Husain Kouhkamareh-i merupakan ulama besar Syiah dan nasabnya sampai kepada Imam Husein as. Selama bertahun-tahun beliau menimba ilmu dari Syeikh Kasyif al-Ghitha, Syeikh Muhammad Hasan, penulis ensiklopedia fiqih Jawahir al-Kalam dan Syeikh Anshari.

Ayatullah Kouhkamareh-i sangat menguasai bidang fiqih dan ushul fiqih dan pasca meninggalnya Syeikh Anshari, beliau menjadi pemimpin Hauzah Ilmiah Irak dan banyak pengikut Syiah di pelbagai belahan dunia yang bertaklid kepadanya.

Beliau mendidik lebih dari 800 orang ulama yang kemudian hari menjadi ulama besar, seperti Ayatullah Mirza Musa Tabrizi dan Syeikh Hasan Mameqani. Selain mendidik ulama, beliau juga banyak menulis buku seperti Risalah di Bidang Ibadah, Furu ad-Din dan Ahkam Halal wa Haram.jr,dl

Image Caption

Sikap Imam Khomeini Soal Ulama dan Politik

54 tahun yang lalu, Tanggal 21 Farvardin 1343 HS, Imam Khomeini ra mengeluarkan sikap soal ulama dan politik.

Pasca pidato tanggal 13 Khordad 1342 HS dan penahanan beliau oleh rezim Shah Pahlevi dan terjadinya peristiwa kebangkitan 15 Khordad, Imam Khomeini ra harus menjalani penahanan hampir 10 bulan dan setelah itu beliau dibebaskan, namun rumah beliau mendapat pengawasan ketat pemerintah. Reaksi keras rakyat soal blokade rumah beliau memaksa rezim Shah mengendorkan pengawasan ketat itu dan pada 18 Farvardin 1343, Imam Khomeini ra dibebaskan.

Pasca pembebasan Imam Khomeini ra, rezim Shah berusaha menunjukkan bahwa Imam dan rezim Pahlevi telah menemukan kesepahaman. Ketika berita ini sampai kepada Imam Khomeini ra, beliau mereaksinya dengan keras. Oleh karenanya, hanya dalam tiga hari setelah pembebasannya, pada 21 Farvardin 1343 Hs, Imam menyampaikan pidatonya:

"Pada harian Ettelaat ditulis judul besar mengenai "persatuan suci" yang menyebutkan ada kesepahaman dengan para ulama dan mereka menyepakati Revolusi Putih Shah dan bangsa. Mereka berbicara tentang revolusi yang mana? Bangsa yang mana? Apakah revolusi ini ada kaitannya dengan ulama dan rakyat? Mereka yang ada di universitas, sampaikan kepada siapa saja bahwa ulama menolak revolusi ini. Bila Mereka menggantung Khomeini, tetap saja tidak akan ada kesepakatan!"

Pidato ini menyebabkan rezim Shah kebingungan dan akhirnya mengirim seorang utusan kepada Imam untuk menyampaikan maaf secara langsung.

Imam Khomeini ra

Tiga Tokoh Perjuangan Palestina Diteror Mossad

45 tahun yang lalu, tanggal 10 April tahun 1973, para petugas Badan Intelejen Rahasia Israel (Mossad) melakukan aksi teror atas tiga orang tokoh perjuangan Palestina, yaitu Kamal Nashir, Kamal ‘Udwan, dan Mohamad Yusuf Najjar.

Ketiganya menjadi sasaran teror Mossad saat berada di Beirut, Lebanon. Aksi teror terhadap para tokoh perjuangan Palestina yang sedang berada di luar negeri menjadi model Mossa dalam menekan perjuangan bangsa Palestina.

10 tahun berikutnya, pada tahun 1983, aksi yang sama dilakukan Mossad terhadap ‘Usham Sarthawi, penasehat politik Yasser Arafat. Sarthawi dibunuh oleh agen-agen Mossad saat sedang melakukan lawatan ke Portugis.

Mossad