Lintasan Sejarah 13 April 2018
Hari ini, Jumat tanggal 13 April 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Rajab 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Farvardin 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Abu Thalib
1442 tahun yang lalu, tanggal 26 Rajab tahun ke-3 Sebelum Hijrah, Abu Thalib, paman Rasulullah Saw dan ayah Imam Ali as, meninggal dunia.
Pada saat itu, Abu Thalib dan kaum Muslimin lainnya terkepung di tengah Lembah Abu Thalib akibat pemboikotan kaum Musyrikin. Setelah meninggalnya Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad Saw, beliau mulai diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Saat itu, usia Muhammad baru delapan tahun.
Setelah diangkatnya Muhammad sebagai Rasul Allah, Abu Thalib masuk Islam dan menjadi pelindung terbesar Nabi Muhammad di hadapan kaum Musyrikin. Sebelum wafatnya, Abu Thalib memberi wasiat kepada keluarga dan temannya agar membela Islam dan Rasulullah.
Pada tahun yang sama, istri Rasullah, Khadijah, yang merupakan perempuan pertama yang memeluk Islam, juga meninggal dunia. Karena kesedihan Rasulullah yang amat mendalam, tahun tersebut dinamakan sebagai "Tahun Kesedihan".
Mulla Sadra Lahir
Tanggal 24 Farvardin yang bertetapan dengan tanggal 9 Jumadil Awal 980 HQ, Mohammad Ibrahim Qivami Shirazi atau yang lebih dikenal dengan Mulla Sadra atau Sadr al-Mutaallihin terlahir ke dunia.
Di masa mudanya, Mulla Sadra mengenal Sheikh Baha'i yang memberikan fondasi keilmuan dan akhlaknya dan penyempurnaannya di tangan gurunya yang lain Mirdamad. Mulla Sadra memiliki banyak muridnya di antaranya Mulla Hadi Sabzavari dan Mulla Mohsen Feiz Kashani.
Mulla Sadra dikenal sebagai filsuf yang hidupnya berpindah-pindah. Pemikirannya dianggap melawan arus pemikiran yang ada. Hal ini membuat ia harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Akhirnya Mulla Sadra memilih menyepi di sebuah desa kecil bernama Kahak, sebuah desa di Qom.
Setelah kembali ke kota Shiraz, Mulla Sadra mulai dikenal dan banyak penuntut ilmu filsafat mulai mengelilinginya untuk mendapat semburan cahaya makrifatnya. Mulla Sadra dalam kata pengantar bukunya Asfar Arba'ah menulis, secara perlahan-lahan aku belajar dan seperti air terjun aku tiba. Aku bak laut penuh gelombang dihadapan para pencari ilmu.
Mulla Sadra menulis banyak karya ilmiah. Selama hidupnya Mulla Sadra telah melakukan ibadah haji dengan jalan kaki selama 7 kali dan pada perjalanan yang ketujuh ia meninggal dunia di Basrah.
Perang Saudara di Lebanon Dimulai
43 tahun yang lalu, tanggal 13 April tahun 1975, perang saudara di Lebanon meletus dengan adanya serangan kelompok ekstrim Kristen Phalangist terhadap sebuah bis yang mengangkut warga Palestina dan menewaskan 30 orang di antaranya.
Akibat serangan ini, kaum Muslim dan Nasionalis Lebanon bangkit melawan kelompok Phalangist.
Beberapa waktu kemudian, menyusul serangan yang dilakukan kelompok ini terhadap kamp pengungsian Palestina di Libanon, warga Palestina pun ikut terjun dalam perang tersebut. Perang saudara ini sesungguhnya diprovokasi oleh rezim Zionis dengan tujuan agar kaum muslim Lebanon dan warga Palestina teralihkan perhatiannya dari rezim Zionis.
Perang saudara di Lebanon berakhir tahun 1999 dengan ditandatanganinya perjanjian Thaif oleh pihak-pihak yang berseteru.