May 06, 2018 13:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 6 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Perang dengan Bani Mushtaliq

1433 tahun yang lalu, tanggal 19 Sya'ban tahun keenam Hijriah, terjadi peperangan antara umat Islam melawan Bani Mushtaliq.

Bani Mushtaliq adalah bagian suku-suku atau kabilah yang tergabung dalam kabilah Khuza'ah yang sudah sejak lama berhijrah dan bertempat disekitar kota Mekah. Para pembesar kabilah ini senantiasa mengembangkan penyembahan berhala di Mekah.

Setelah umat Islam mencapai kekuasaannya di Madinah, Bani Mushtaliq yang tetap mempertahankan penyembahan berhala mereka, mempersiapkan diri untuk memerangi Muslimin. Nabi Muhammad Saw kemudian mengerahkan pasukan Muslimin untuk menghadapi serangan musuh ini. Dalam perang yang kemudian terjadi, Bani Mushtaliq mengalami kekalahan parah di tangan umat Islam.

Sejarah

Tentara AS di Filipina Menyerah Kepada Jepang

76 tahun yang lalu, tanggal 6 Mei 1942,  seluruh tentara AS di Filipina menyerah tanpa syarat kepada pasukan Jepang di bawah pimpinan Jenderal Homma.

Pasukan AS di Filipina yang dikomandani Letjen Wainwright, saat itu berada di Pulai Corregidor yang merupakan satu-satunya basis Sekutu di Filipina yang masih bertahan. Namun, ketika tentara Jepang akhirnya mencapai pantai utara pulau itu, Letjen Wainwright memutuskan untuk menyerah karena kondisi pasukannya yang memburuk.

Sejumlah 11.500 tentara Sekutu digiring Jepang ke penjara di Manila dan  ditahan hingga tahun 1945 ketika Jepang menyerah kepada Sekutu.

Tentara Amerika

Ayatullah Kamalvand Meninggal Dunia

54 tahun yang lalu, tanggal 16 Ordibehesht 1343 HS, Ayatullah Kamalvand dalam usia 63 tahun dan dimakamkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah, Qom.

Ayatullah Ruhullah Kamalvand Khorramabadi lahir pada 1280 HS dari keluarga petani di kota Khorramabadi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau kemudian pergi ke Boroujerd dan selama di sana beliau belajar langsung kepada Ayatullah Boroujerdi. Setelah itu beliau pindah ke Arak dan belajar kepada Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi, sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.

Ayatullah Kamalvand pada 1330 HS di usia 50 tahun beliau kembali ke kota kelahirannya atas perintah Ayatullah Boroujerdi dan permintaan rakyat Khorramabadi untuk menghidupkan hauzah ilmiah di sana. Beliau tinggal di sana hingga akhir hayatnya. Warga Khorramabadi begitu mencintainya. Hal itu dikarenakan akhlak dan ketakwaannya. Selain mengajar, Ayatullah Kamalvandi tidak melupakan perjuangan politiknya, bahkan dalam kasus-kasus tertentu beliau mengingatkan rezim Shah.

Ayatullah Ruhullah Kamalvand Khorramabadi