May 07, 2018 13:02 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 7 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Nadim Wafat

1054 tahun yang lalu, tanggal 20 Sya'ban 385 HQ, Ibnu Nadim, seorang sejarawan Muslim terkemuka, meninggal dunia.

Keterkenalan Ibnu Nadim lebih banyak disebabkan oleh buku karyanya yang berjudul "al-Fihrist". Dalam buku ini, dia menginventarisasi semua ilmu yang berkembang dalam peradaban Islam pada zaman itu dan menerangkan kehidupan para ilmuwan terkemuka saat itu.

Selain itu, dalam al-Fihrist juga dituliskan tentang buku-buku dan makalah dari berbagai bidang ilmu dan catatan lengkap mengenai kehidupan para pengarangnya. Ibnu Nadim juga menulis penjelasan mengenai buku-buku kuno dari berbagai bangsa di dalam al-Fihrist.

Ibnu Nadim juga melakukan penelitian dan penulisan mengenai agama-agama dan mazhab-mazhab yang terkenal di zamannya dan melahirkan banyak buku di bidang ini. Karya ibnu Nadim lainnya berjudul "al-Ausaf wa Tasybihaat".

al-Fihrist

Dimulainya Perlawanan Spanyol Terhadap Perancis

210 tahun yang lalu, tanggal 7 Mei tahun 1808, penduduk Spanyol memulai perjuangan melawan tentara Perancis yang menduduki negeri mereka.

Spanyol pada masa itu merupakan salah satu imperialis besar dunia dan memiliki wilayah jajahan yang sangat luas di luar Eropa. Namun kali ini, rakyat Spanyol pun terpaksa merasakan kepahitan hidup di bawah penjajahan bangsa asing. 

Setelah lima tahun berjuang, akhirnya pada bulan Desember tahun 1813, rakyat Spanyol berhasil mengusir tentara Napoleon itu dari negeri mereka. Namun, dalam masa penjajahan itu pula Spanyol kehilangan sebagian besar kawasan jajahannya di Amerika Selatan yang berhasil memanfaatkan kelemahan Spanyol untuk memerdekakan diri.

Spanyol

Mehrdad Avesta, Penyair Iran Wafat

27 tahun yang lalu, tanggal 17 Ordibehesht 1370 HS, Mehrdad Avesta meninggal dunia di usia 63 tahun.

Mohammad Reza Rahmani yang lebih dikenal dengan nama Mehrdad Avesta, anak Mohammad Sadegh, penyair komtemporer Iran, lahir pada 1306 Hs di kota Boroujerdi. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya. Setelah menyelesaikan S1 di bidang filsafat, ia diangkat sebagai pengajar.

Mehrdad Avesta melakukan perjuangan politiknya bertahun-tahun sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran. Pada kumpulan syairnya dan juga di buku "Tirana", ia menggunakan nada keras saat mengritik rezim Shah. Avesta membaca puisi indah tentang Revolusi Islam dan juga ketika memuji Imam Khomeini ra.

Avesta banyak melakukan penelitian terhadap puisi para penyair besar seperti Hafez, Khaqani dan sastra legenda dunia. Penyair besar Iran ini meninggalkan karya-karya besar di bidang puisi dan roman seperti Imam, Hamaseh Digar dan Karavan Rafteh.

Mehrdad Avesta