May 09, 2018 12:54 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 8 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abdul Karim bin Muhammad Samani Terlahir

933 tahun yang lalu, tanggal 21 Sya'ban 506 HQ, Abdul Karim bin Muhammad Sam'ani, yang dijuluki "Taj Islam", seorang ulama fiqih dan hadis terkenal abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Marv, di tenggara Turkmenistan.

Dia melakukan perjalanan ke berbagai tempat, seperti Iran, Suriah, dan Arab Saudi dan menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka pada zaman itu.

Karya paling terkenal dari Sam'ani adalah buku berjudul Al-Ansab. Buku lain karya Sam'ani berjudul "Mu'jamul Masayikh", "Tadzlilu Tariikhu Baghdad", dan "Tarikh Marv".

Sejarah

Bank Mata Pertama Di Dunia Berdiri

74 tahun yang lalu, tanggal  8 Mei 1944, bank mata pertama di dunia didirikan di New York oleh seorang dokter mata bernama Townley Paton.

Sejak tahun 1905, para dokter mata berhasil menemukan bahwa kebutaan kornea dapat disembuhkan dengan cara mengangkat kornea atau selaput tipis yang menutupi mata yang rusak, dan menggantikannya dengan kornea lain yang masih sehat. Namun, transplantasi kornea ini jarang dilakukan karena tidak tersedianya donor mata.

Dr. Paton kemudian mendirikan bank mata yang bekerja untuk mengumpulkan donor mata, memprosesnya, dan mendistribusikannya kepada para dokter bedah. Orang-orang yang bersedia menyumbangkan kornea matanya dapat mendaftar ke bank mata tersebut dan begitu meninggal, bank mata akan melakukan operasi pengangkatan selaput mata terhadap para donatur itu.

Mata

Pembebasan Kota Hoveyzeh dari Pasukan Baath, Irak

36 tahun yang lalu, tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, kota Hoveyzeh berhasil dibebaskan dari pendudukan rezim Baath, Irak.

Dalam operasi militer Baitul Moghaddas, para pejuang Islam Iran semakin mendekati perbatasan internasional dan merangsek ke depan hingga berada hanya 17 kilometer dari garis perbatasan. Kota Hoveyzeh yang diduduki pasukan Baath, Irak sejak bulan-bulan pertama perang mulai dikepung pasukan Iran. Sekalipun musuh berusaha matian-matian mempertahankan kota ini, tapi ketika kepungan semakin diperketat, pasukan Irak melihat mereka dalam kondisi terancam, akhirnya mereka memilih untuk meninggalkan kota ini dan mundur dari sana.

Tanggal 18 Ordibehesht 1361 HS, para pejuang Islam Iran berhasil menduduki kota yang telah menjadi puing-puing akibat perang hebat. Tapi mereka tidak berhenti hanya membebaskan kota ini dan berusaha mengejar pasukan Baath Irak.

Menyusul publikasi pembebasan kota Hoveyzeh, para pemimpin Baath tetap menyatakan bahwa keluar dari Hoveyzeh masih termasuk kemenangan mereka dan menilai itu sebagai taktik perangnya.

Pembebasan kota Hoveyzeh