May 09, 2018 12:58 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 9 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Hajar Asqallani Terlahir

666 tahun yang lalu, tanggal 22 Sya'ban 773 HQ, Ibnu Hajar Asqallani, ulama fiqih, hadis, sejarah, dan penyair muslim Mesir, terlahir ke dunia di kota Kairo.

Pada usianya ke-5 tahun, ayahnya meninggal dunia dan sejak saat itu pula, ia dikirim ke sekolah agama.

Pada usia 10 tahun, Asqallani telah menghapal al-Quran dan setelah itu, dia melanglang buana untuk menimba ilmu. Penguasaannya terhadap ilmu hadis membuatnya dikenal sebagai penghapal hadis terkemuka.

Dia meninggalkan karya penulisan sebanyak 150 jilid buku, di antaranya berjudul "Lisaanul Mizan" dan "al-Ishabah Fi Tamyiizish-Shahabah". Ibnu Hajar Asqalani meninggal dunia tahun 852 Hijriah.

Ibnu Hajar Asqallani

Taj Mahal Selesai Dibangun

365 tahun yang lalu, tanggal 9 Mei 1653, Taj Mahal, yang merupakan salah satu bangunan arsitektur Islam terindah di dunia, selesai dibangun.

Pada tahun 1631, Raja Mongol India, Shahjahan melakukan perjalanan ke selatan dengan ditemani istrinya Mumtaz Mahal, namun istrinya itu meninggal di Burhanpur. Saat itu, Mumtaz Mahal baru berusia 39 tahun dan telah melahirkan empatbelas anak. Setelah itu, selama dua tahun Shahjahan mengurung diri di istananya dan tidak mengadakan perayaan apapun.

Untuk mengenang istri yang sangat dicintainya itu, makam Mumtaz Mahal dibangun dalam sebuah istana yang indah, di kota Agra, di utara Uttar Pradesh, di tepi sungai Yamuna. Pembangunan istana ini dimulai tahun 1633 dengan pekerja 20.000 orang dan masa pembangunan 17 tahun. Para ahli arsitektur, kaligrafi, dan pengrajin batu didatangkan dari berbagai negeri, termasuk arsitek Persia bernama Isa Isfahani.

Taj Mahal

Pasukan Rusia Keluar dari Iran

72 tahun yang lalu, tanggal 19 Ordibehesht 1325 HS, pasukan Rusia secara resmi keluar dari Iran.

Pasca berakhirnya Perang Dunia II, Iran mengadukan Rusia ke Dewan Keamanan PBB. Karena sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Rusia harus menarik tentaranya dari Iran dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.

Waktu itu, Rusia tidak pernah berpikir bahwa Iran akan melakukan pengaduan ini dan akhirnya Rusia meminta pengunduran tindak lanjut masalah ini. Tapi wakil Iran, Inggris dan Amerika menolak penundaan sidang di Dewan Keamanan PBB yang rencananya akan membahas masalah ini.

Dengan demikian, Duta Besar Rusia di Iran berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kesepakatan dengan para pejabat Iran. Pada akhirnya, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman soal penarikan mundur pasukan Rusia dari Iran dan minyak Utara dan Azerbaijan. Sesuai dengan kesepakatan itu, pada tanggal 19 Ordibehesht 1325 Hs, Rusia menarik seluruh pasukannya dari Iran.

Ilustrasi pasukan Rusia