May 14, 2018 10:50 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 14 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Funduq Lahir

949 tahun yang lalu, tanggal 27 Sya'ban 490 HQ, Abul Hasan Ali bin Zaid, yang terkenal dengan nama Ibnu Funduq, salah seorang ilmuwan besar Islam, terlahir ke dunia di kota Baihaq, Iran.

Ibnu Funduqa menguasai berbagai ilmu, seperti hadis, fiqih, sastra, agama, dan hikmah. Buku terpenting karya Ibnu Funduq berjudul "Sejarah Baihaq". Di dalamnya, dia menuliskan kondisi geografis, sejarah, dan keadaan para bangsawan dan dinasti terkenal di Baihaq.

Buku ini merupakan salah satu sumber sejarah penting pada abad ke-6 Hijriah dan salah satu contoh dari karya berbahasa Persia yang baik. Karya lain dari Ibnu Funduq adalah "Lubabul Ansab", "Tafsir Nahjul Balaghah", dan "Qawaid Ulumith-Thib". Ibnu Funduq meninggal dunia pada tahun 565 Hijriah.

Sejarah

Angola Resmi Dijajah Portugis

443 tahun yang lalu, tanggal 14 Mei tahun 1575, Angola secara resmi dinyatakan sebagai koloni Portugis.

Setelah dijajah Portugis, Angola yang sebelumnya merupakan bagian dari kerajaan Afrika Ghana, berubah menjadi kawasan perbudakan yang sangat mengerikan selama lebih dari 400 tahun.

Selepas Perang Dunia II berakhir, muncul sejumlah bentrokan yang  menginginkan diakhirinya kolonialisme di Angola. Akhirnya, pada tahun 1975 Angola berhasil memerdekakan diri.

Angola

Hujjatul Islam Kazem Modir Shanehchi Wafat

16 tahun yang lalu, tanggal 24 Ordibehesht 1381 HS, Hujjatul Islam Modir Shanehchi meninggal dunia pada di usia 75 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Imam Ridha as di Mashad.

Hujjatul Islam Sheikh Kazem Modir Shanehchi adalah seorang ulama besar di bidang hadis. Beliau lahir dari keluarga agamis tahun 1306 Hs di kota Mashad. Tingkat dasar dan menengah ilmu-ilmu agama dilaluinya dengan cepat dan setelah itu beliau belajar fiqih dan ushul fiqih untuk menjadi mujtahid bersama Ayatullah Sheikh Hashem Qazvini, Sheikh Mojtaba Qazvini, Sayid Yunes Ardebili, Mirza ahmad Kafai dan Sayid Mohammad Hadi Milani.

Hujjatul Islam Modir Shanehchi juga menguasai ilmu-ilmu rasional dan sejak tahun 1337 HS beliau memberikan kuliah di Universitas Ilahiyat Mashad. Selain mengajar sejarah Islam, sejarah agama, Ayatul Ahkam (ayat-ayat al-Quran yang berhubungan dengan hukum fiqih), periode fiqih dan banyak menulis makalah ilmiah. Beliau menerbitkan sejumlah daftar terkait kumpulan tulisan tangan. Untuk mendapatkan naskah-naskah manuskrip, beliau banyak melakukan perjalanan ke pelbagai negara seperti ke Rusia, Azerbaijan, Uzbekistan, Mesir, Turki, Suriah, Lebanon, Maroko dan Spanyol.

Sejarah