Lintasan Sejarah 23 Mei 2018
Hari ini, Rabu tanggal 23 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Ramadhan 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Abu Thalib, Paman Nabi
1442 tahun yang lalu, tanggal 7 Ramadan tahun kesepuluh kenabian Rasulullah Saw, Abu Thalib, paman Nabi Saw meninggal dunia.
Pasca wafatnya Abdul Mutthalib, kakek Muhammad, Abu Thalib yang bertanggung jawab membesarkan Muhammad dan selama hidupnya senantiasa berada di sisi beliau. Abu Thalib pasca diutusnya Muhammad sebagai nabi tetap menjadi penolong beliau dan berdiri tegar menghadapi gangguan orang-orang Musyrik Quraisy.
Masalah keimanan dan keislaman Abu Thalib sejak dahulu menjadi perselisihan antara Syiah dan Ahli Sunnah. Perlahan-lahan masalah ini menjadi serius dibahas dalam pembahasan akidah, teologi dan politik. Ulama Syiah yang bersandarkan pada riwayat-riwayat dari para Imam dan syair-syair Abu Thalib sendiri menyebut beliau seorang Muslim. Bahkan dalam masalah ini banyak risalah yang ditulis seperti buku Iman Abu Thalib, karya Syeikh Mufid.
Syeikh Yusuf Tajul Khalwati Wafat
319 tahun yang lalu, tanggal 23 Mei 1699 pada umur 72 tahun di Cape Town, Afrika Selatan Syeikh Yusuf Tajul Khalwati wafat.
Ia adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Pendidikan agama diperolehnya sejak berusia 15 tahun di Cikoang dari Daeng Ri Tassamang, guru kerajaan Gowa. Syeikh Yusuf juga berguru pada Sayid Ba-lawi bin Abdul al-Allamah Attahir dan Jalaludin al-Aydit.
Pemilu Presiden Iran Periode Ketujuh
21 tahun yang lalu, tanggal 2 Khordad 1376 HS, diselenggarakan periode ketujuh pemilu presiden Republik Islam Iran.
Pemilu pilpres ini tidak hanya penting bagi rakyat Iran, tapi juga menjadi perhatian serius di tingkat internasional sebagai peristiwa politik dan sosial penting yang terjadi di Iran setiap empat tahun sekali. Alasan utama perhatian masyarakat internasional terkait pemilu ini berpulang pada kenyataan bahwa mereka tidak menyangka rakyat Iran akan berpartisipasi secara luas dalam pemilu ini.
Dalam periode pilpres ini, Hujjatul Islam Sayid Mohammad Khatami meraih suara terbanyak dengan 20 juta suara dari hampir 30 juta suara sah dan terpilih sebagai Presiden Republik Islam Iran ke-5 Iran.
Banyak pendapat terkait partisipasi luas rakyat Iran dalam pemilu presiden ketujuh ini, tapi menurut bangsa Iran, kehadiran rakyat Iran adalah menyambut seruan Wali Faqih, Sayid Ali Khamenei.