Jun 09, 2018 10:08 Asia/Jakarta

Hari ini, sabtu tanggal 9 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Ramadhan 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Quthbuddin Shirazi Wafat

729 tahun yang lalu, tanggal 24 Ramadan 710 HQ, Quthbuddin Shirazi, dokter, ahli matematika, fisikawan, astronom, dan filsuf besar Iran, meninggal dunia di kota Tabriz.

Quthbuddin Shirazi adalah salah satu murid Nashiruddin Thusi, ulama terkemuka pada zaman itu. Quthbuddin adalah orang pertama yang meneliti fenomena pembentukan pelangi dan berhasil menemukan penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.

Quthbuddin Shirazi juga aktif sebagai dokter dan bertahun-tahun bekerja di rumah sakit Shiraz, Iran selatan. Dia banyak menulis buku di bidang kedokteran, hikmah, matematika, dan astronomi . Di antara karya-karyanya adalah buku berjudul Penjelasan Atas Buku "Qaanun" Ibnu Sina  dan Observasi Akhir dalam Astronomi.

Sejarah

Mayjend Anumerta Donal Isac Panjaitan Lahir

93 tahun yang lalu, tanggal 9 Juni 1925, Mayor Jendral Anumerta Donal Isac Panjaitan lahir di Balige, Tapanuli.

Mayjend Anumerta Donal Isac Panjaitan adalah salah satu pengagas berdirinya Tentara Keamanan Rakyat. Salah satu prestasinya adalah membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI. Ia meninggal pada peristiwa 30 September 1965 dan mendapat Gelar Pahlawan Revolusi.

Sejarah

Ayatullah Mohammad Hassan, Saudara Allamah Thabathabai Wafat

50 tahun yang lalu, tanggal 19 Khordad 1347 HS, Ayatullah  Mohammad Hassan meninggal dunia di usia 60 tahun dan dimakamkan di kota Qom.

Ayatullah Sayid Mohammad Hassan Ilahi Thabathabai, saudara Allamah Thathabai, penulis tafsir al-Mizan lahir di kota Tabriz pada 1287 HS. Sejak kecil beliau telah kehilangan kedua orang tuanya dan bersama saudaranya berada di bawah asuhan orang yang diwasiatkan oleh ayahnya. Sayid Mohammad Hassan sejak kecil telah mempelajari pengantar sastra Persia dan Arab serta kaligrafi.

Menginjak usia 18 tahun, beliau bersama saudaranya pergi ke Najaf dan selama 11 tahun belajar bersama guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Ali Qadhi Thabathabai, Sayid Hassan Badkoubeh, Mohammad Hossein Gharavi Esfahani, Mirza Naini, dan Sayid Abolhassan Esfahani di bidang irfan, filsafat, matematika, kedokteran, fiqih dan ushul fiqih.

Dua bersaudara ini akhirnya kembali ke Tabriz tahun 1314 HS. Sayid Mohammad Hassan mengajar filsafat di hauzah Tabriz. Di akhir usianya, beliau tinggal di qom, tapi kemudian kembali lagi ke Tabriz akibat penyakit yang dideritanya.

Ayatullah  Mohammad Hassan