Lintasan Sejarah 12 Juni 2018
Hari ini, Selasa tanggal 12 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Ramadhan 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Arabi Lahir
879 tahun yang lalu, tanggal 27 Ramadan 560 HQ, Muhyiddin Abukabar bin Muhammad yang dikenal dengan nama Ibnu Arabi ilmuwan dan sufi besar Muslim, terlahir ke dunia di Andalusia.
Sejak berusia delapan tahun Ibnu Arabi telah belajar al-Quran, fiqih dan hadis. Menginjak usia remaja, beliau mulai terjun ke dunia irfan dan penyucian jiwa. Untuk melanjutkan pendidikannya, Ibnu Arabi melakukan perjalanan ke berbagai negeri muslim.
Sejak tahun 620 Hijriah beliau menetap di Damaskus serta menyibukkan diri dengan aktifitas mengajar dan menulis buku. Kitab al-Futuhat al-Makkiyyah, Fushushul Hikam, dan kitab al-Mabadi wa al-Ghayat adalah tiga karya beliau yang terkenal. Ibnu Arabi wafat tahun 638 Hijriah di Damaskus.
Pemilu Pertama di Rusia
27 tahun yang lalu, tanggal 12 Juni1991, dilangsungkanlah pemilu bebas pertama kalinya di Federasi Rusia untuk memilih presiden.
Hari pelaksanaan pemilu ini kemudian dijadikan sebagai hari nasional Rusia. Dalam pemilu ini, Boris Yeltsin berhasil meraih 57 persen suara dan diangkat sebagai presiden Rusia.
Sebelumnya, pada bulan April tahun yang sama, Federasi Rusia yang merupakan negara bagian terbesar dalam Uni Soviet telah mengumumkan keotonomiannya dalam urusan dalam negeri, sementara urusan luar negeri tetap dilakukan berdasarkan keputusan pemerintah Uni Soviet. Namun, pada bulan Desember 1991, Uni Soviet bubar dan Rusia mendeklarasikan kemerdekaannya.
Ayatullah Sheikh Mojid Ad-Din Mahallati Wafat
19 tahun yang lalu, tanggal 22 Khordad 1378 HS, Ayatullah Sheikh Mojid ad-Din Mahallati meninggal dunia di usia 73 tahun dan dimakamkan di kota Shiraz.
Ayatullah Sheikh Mojid ad-Din Mahallati lahir ke dunia pada 1305 HS di kota Najaf, Irak. Semasa kecilnya beliau mengikuti ayahnya ke Shiraz, Iran dan di sana beliau mempelajari sastra dan ilmu-ilmu keagamaan kepada ayahnya. Bersamaan dengan itu, beliau melanjutkan pendidikannya hingga berhasil meraih S1 bidang hukum dan pada tahun 1325 HS, beliau resmi memasuki hauzah ilmiah Qom.
Ketika di Qom, Ayatullah Mahallati belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi, Sayid Mohammad Mohaghgheq Damad, Mohammad Ali Araki, Imam Khomeini ra, Allamah Thabathabai dan lain-lainnya. Beliau menjadi ulama Qom yang terkenal.
Pada tahun 1337 HS, Ayatullah Mahallati bersama ulama lainnya mendirikan majalah Maktab Eslam dan beliau menulis sejumlah artikel di bidang hukum Islam dan mengkomparasikannya dengan hukum internasional.