Lintasan Sejarah 21 Juni 2018
Hari ini, Kamis tanggal 21 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Khordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Berlangsungnya Perang Uhud
1436 tahun yang lalu, tanggal 7 Syawal 3 HQ, terjadilah perang Uhud antara kaum Muslimin dengan kaum Musyrikin di gunung Uhud, sebuah kawasan di utara kota Madinah.
Kaum Musyrikin Quraisy setelah kekalahan besar mereka di perang sebelumnya, yaitu perang Badar, berusaha membalas dendam dengan membawa 3000 pasukannya yang bersenjata lengkap.
Sebaliknya, kekuatan kaum Muslimin saat itu hanya 700 orang. Awalnya, kaum Muslimin meraih kemenangan. Namun, sebagian pasukan Muslimin tidak mematuhi perintah Rasul untuk tetap bertahan dan bersiaga di atas gunung. Mereka malah turun gunung untuk mengambil barang-barang rampasan perang yang ditinggalkan kaum Musyrikin.
Di saat itulah kaum Musyrikin kembali menyerang kaum Muslimin dan meraih kemenangan. Akibatnya, sekitar 70 orang dari pasukan Muslim gugur syahid, di antaranya Hamzah, paman Rasulullah. Rasulullah sendiri mengalami luka parah dalam perang tersebut.
Jean Paul Sartre Lahir
113 tahun yang lalu, tanggal 21 Juni 1905, Jean Paul Sartre, filsuf Perancis terkenal, terlahir ke dunia di kota Paris. Sartre meraih gelar doktor di bidang filsafat dan kemudian mengajar di bidang itu selama beberapa tahun. Setelah Perang Dunia II, Sartre meninggalkan pekerjaannya sebagai pengajar dan mengabdikan hidupnya untuk menulis. Sartre merupakan salah satu pemimpin aliran eksistensialisme. Sartre menyatakan, eksistensi lebih dulu ada dibanding esensi.
Manusia tidak memiliki apa-apa sejak dilahirkan dan selama hidupnya ia tidak lebih dari kalkulasi dari komitmen di masa lalu. Karena itu, menurut Sartre, satu-satunya landasan nilai adalah kebebasan manusia. Sartre banyak meninggalkan karya penulisan di antaranya berjudul Being and Nothingness atau "Ada dan Ketiadaan".
Gempa di Gilan dan Zanjan
28 tahun yang lalu, tanggal 31 Khordad 1369 HS, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,3 skala richter mengguncang provinsi Gilan dan Zanjan, di sebelah utara dan barat laut Iran.
Gempa yang terjadi pada malam hari itu, telah menelan korban jiwa dan kerugian material yang begitu besar. Pusat gempa tersebut, terjadi di kota Roudbar. Lebih dari 50 ribu orang tewas, 60 ribu lainnya luka-luka dan lebih dari setengah juta orang terpaksa kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.
Gempa bumi Roudbar menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar pula. Pasca kejadian gempa, pemerintahan dan rakyat Iran segera membantu para korban gempa, dan melakukan proses rekonstruksi kawasan gempa.