Lintasan Sejarah 23 Juni 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 23 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Shirin Meninggal Dunia
1329 tahun yang lalu, tanggal 9 Syawal 110 HQ, Ibnu Shirin seorang ahli fiqih dan hadis terkenal abad ke 2 hijriah, meninggal dunia.
Ibnu Shirin dilairkan di kota Bashrah, Irak selatan dan sejak remaja telah mempelajari ilmu, kezuhudan, dan ketabahan. Ibnu Shirin sangat mengutamakan hadis-hadis Rasulullah Saw.
Dengan teliti dan hati-hati, dia menghapal banyak hadis-hadis tersebut. Ketelitiannya itu membuatnya jadi bahan rujukan para penulis terkemuka. Ibnu Shirin selama masa hidupnya mengenal 30 sahabat Rasulullah Saw dan dia banyak meninggalkan berbagai karya penulisan.
Perancis Menyerahkan Iskandariah Kepada Turki
79 tahun yang lalu, tanggal 23 Juni tahun 1939, Perancis menyerahkan pelabuhan penting Iskandariah yang saat itu menjadi bagian dari wilayah Suriah, kepada Turki.
Pelabuhan Iskandariah yang terletak di tepi laut Mediterania itu bertahun-tahun sebelumnya diklaim oleh Turki sebagai bagian dari wilayahnya, namun setelah Perang Dunia Pertama, dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Inggris dan Perancis, pelabuhan ini diserahkan kepada Suriah.
Namun, menyusul tumbangnya kekuasaan pemerintahan Ottoman dan Mustafa Kamal Attaturk yang pro-Barat terpilih sebagai presiden Turki, Perancis yang saat itu menjadi penguasa kolonial di Suriah, menyerahkan pelabuhan Iskandariah kepada Turki. Peristiwa ini semakin meningkatan perlawanan rakyat Suriahterhadap Perancis sampai akhirya mencapai kemerdekaan penuh tahun 1949.
Parlemen Iran Periode Revolusi Konstitusional Dibubarkan
63 tahun yang lalu, tanggal 2 Tir 1334 HS, Parlemen Iran periode Revolusi Konstitusional yang baru saja berdiri, dibubarkan oleh raja Iran saat itu, Shah Muhammad Ali Qajar.
Segera setelah Shah Muhammad Ali mengumumkan penentangannya terhadap parlemen itu, tentara Kazakstan di bawah panglima Rusia mereka, mengepung gedung parlemen dan terjadilah bentrokan antara mereka dengan para pejuang revolusi konstitusional yang menyebabkan sejumlah pejuang gugur syahid dan sebagian lainnya dipenjarakan, diasingkan, atau dihukum gantung.
Revolusi Konstitusional adalah gerakan perjuangan rakyat Iran di bawah pimpinan para ulama yang berusaha menerapkan kehidupan bernegara yang adil dan demokratis di Iran serta menentang infiltrasi asing di Iran.