Lintasan Sejarah 24 Juni 2018
Hari ini, Ahad tanggal 24 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Muqlah Meninggal Dunia
1111 tahun yang lalu, tanggal 10 Syawal 328 HQ, Abu Ali Muhammad bin Abdullah Baghdadi, yang terkenal dengan julukan Ibnu Muqlah, seorang penulis dan kaligrafer terkemuka muslim, meninggal dunia.
Ibnu Muqlah dilahirkan di kota Baghdad dan menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka pada masa itu. Pada usia muda, Ibnu Muqlah telah diangkat sebagai menteri di pemerintahan Abbasiah.
Namun, penentangannya terhadap praktek despotisme dan penyelewengan yang dilakukan rezim Abbasiah, membuatnya dijebloskan ke penjara. Akhirnya, atas perintah rezim tersebut, lidah dan tangan Ibnu Muqlah dipotong dan kemudian dibunuh.
Ibnu Muqlah lebih terkenal dalam bidang kaligrafi. Di bidang ini, ia berhasil menciptakan beberapa jenis huruf baru. Karya penulisan yang ditinggalkan Ibnu Muqlah di antaranya berjudul "Risalah Fi Ilmi al-Khat wal Qalam".
Pemberlakuan Situasi Darurat Militer Pasca Pembubaran Parlemen
110 tahun yang lalu, tanggal 3 Tir 1287 HS, Mohammad Ali Shah Qajar memberlakukan kondisi darurat militer di Tehran pasca pembubaran parlemen.
Sehari pasca pembubaran parlemen Iran, Mohammad Ali Shah Qajar mengumumkan dan memberlakukan kondisi darurat militer di Tehran. Hal ini dilakukannya dengan tujuan menciptakan ketakutan di antara warga dan tidak ada organisasi yang melakukan rapat atau demonstrasi. Berdasarkan perintah ini, tentara Kazakhstan yang dipimpin panglima Rusia mereka diperintahkan untuk menangkap setiap orang yang bersenjata di kota.
Sesuai dengan perintah ini, seluruh bentuk pertemuan dan kumpul-kumpul dilarang dan polisi berhak menembak ke arah warga yang ingin berkumpul. Shah juga bersedia memberikan amnesti massal kepada warga asal tidak melakukan aksi mogok di kedutaan-kedutaan besar atau komplek makam suci Abdolazim di kota Rey.
Perang Solferino Meletus
159 tahun yang lalu, tanggal 24 Juni 1859, dalam era perjuangan bangsa Italia untuk mempersatukan wilayahnya, meletuslah perang antara pasukan Raja Sardinia, Victor Emmanuel III yang kelak menjadi raja Italia, dengan dukungan Perancis, melawan Austria.
Perang ini terjadi di daerah Solferino, Italia, sehingga dinamakan Perang Solferino.
Selama lebih dari lima generasi, Austria telah menduduki wilyah Italia, Lombardy dan Venesia, serta bertindak brutal terhadap rakyat Italia di sana. Di akhir perang, Austria mengalami kekalahan dan Venesia berhasil diambil kembali oleh Italia.