Lintasan Sejarah 25 Juni 2018
Hari ini, Senin tanggal 25 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Rasulullah Pergi Ke Thaif
1442 tahun yang lalu, tanggal 11 Syawal 3 tahun sebelum Hijrah, Rasulullah Saw melakukan perjalanan ke Thaif di dekat Mekah dengan tujuan untuk mengajak kabilah Tsaqif masuk Islam.
Perjalanan ini dilakukan Rasulullah tak lama setelah wafatnya Abu Thalib, pelindung utama Rasulullah. Meninggalnya Abu Thalib yang disegani oleh kaum musyrik Quraisy, membuat mereka semakin berani mengganggu Rasulullah.
Oleh karena itu, jika warga kota Thaif mau menerima Islam, kota ini akan dijadikan tempat berlindung bagi warga Muslimin dari kekejaman kaum Musyrikin Mekah. Namun, pemimpin kabilah Tsaqif bukan hanya menolak beriman kepada Allah Yang Esa dan Rasulullah, namun bahkan menyerang Rasululah sehingga beliau terluka. Akhirnya Rasulullah dan kaum Muslimin Mekah berhijrah ke Madinah dan mendirikan pemerintahan Islam di sana.
Perang Korea Dimulai
68 tahun yang lalu, tanggal 25 Juni 1950 dimulai Perang Korea. Konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan terjadi sejak 25 Juni 1950 hingga 17 Juli 1953.
Korea yang merupakan daerah kekuasaan Jepang sebelumnya telah dibagi setelah Perang Dunia II, yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Korea Utara mendapat dukungan dari Soviet dan RRC, sedangkan Korea Selatan mendapat dukungan penuh dari Amerika.
Perang Korea pada akhirnya terjebak menjadi perang berdarah dan memakan banyak korban jiwa dari berbagai pihak. Akhirnya, pada 1953, Amerika Serikat dan Korea Utara menandatangani gencatan senjata untuk mengakhiri konflik tersebut. Perjanjian tersebut menghasilkan pembagian wilayah geografis antara Korea Utara dan Korea Selatan sama seperti sebelum terjadinya konflik.
SAVAK Pindahkan Imam Khomeini ke Pangkalan Militer Eshrat Abad
55 tahun yang lalu, tanggal 4 Tir 1342 HS, Imam Khomeini dipindahkan ke pangkalan militer Eshrat Abad dan di tempat ini Imam ditahan selama 40 hari.
Selama itu, selain Imam tetap melakukan ibadah kesehariannya, beliau menelaah buku-buku tentang Revolusi Konstitusi, kemerdekaan India, Indonesia dan lain-lain.
Selama ditahan di pangkalan militer ini, sejumlah ulama, termasuk kakak Imam berhasil menemui beliau di sana. Dalam pertemuan ini, secara tidak langsung beliau memahami tentang hijrahnya ulama dari kota-kota ke Tehran. Selain itu, setelah mengetahui diliburkannya pasar dan pelajaran hauzah, beliau langsung memerintahkan untuk kembali membuka pasar dan memulai pelajaran hauzah.