Lintasan Sejarah 28 Juni 2018
Hari ini, Kamis tanggal 28 Juni 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Hari Mahkamah Agung
Tanggal 7 Tir di Iran diperingati sebagai Hari Mahkamah Agung sebagai peringatan atas gugur syahidnya Ayatullah Syahid Beheshti yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung.
Salah satu tugas penting pemerintahan Islam adalah menegakkan keadilan dan mengembalikan hak kepada pemiliknya. Tugas penting ini membutuhkan lembaga peradilan yang independen, kuat dan adil. Atas dasar ini, Imam Khomeini ra menilai lembaga peradilan sebagai lembaga paling sensitif dan menyebutnya sebagai tempat perlindungan bagi mereka yang tertindas. Oleh karenanya, upaya melemahkannya bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.
Menurut Imam Khomeini ra, bila hukum yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan sesuai dengan prinsi-prinsip Islam, hukum ini dapat menjadi penyelamat dan solusi bagi banyak masalah yang dihadapi negara. Meraih kepuasan rakyat dan keridhaan Allah hanya dapat direalisasikan ketika lembaga peradilan senantiasa berusaha dalam kerangka menegakkan keadilan dan menerapkan hukum Islam.
Quthbuddin Rawandi Meninggal Dunia
866 tahun yang lalu, tanggal 14 Syawal 573 HQ, Quthbuddin Rawandi, seorang ahli hadis, teolog, dan ahli tafsir besar muslim abad ke-6 Hijriah, meninggal dunia.
Quthbuddin Rawandi selama bertahun-tahun menuntut ilmu dari ulama-ulama besar di zamannya, hingga kemudian mencapai derajat tinggi di bidang keilmuan.
Qutbuddin Rawandi meninggalkan sekitar 80 jilid karya penulisan, di antaranya berjudul "Tafsir al-Quran", "Risalatul Fuqaha", dan "Asbabun Nuzul."
72 Anggota Partai Jomhouri-e Eslami Gugur Syahid
37 tahun yang lalu, tanggal 7 Tir 1360 HS, 72 anggota Partai Jomhouri-e Eslami Iran, termasuk Ayatullah Doktor Syahid Beheshti, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Iran, gugur syahid akibat meledaknya sebuah bom di gedung markas partai tersebut.
Peledakan gedung markas Partai Republik Islam itu dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin al-Khalq yang berkonspirasi dengan negara-negara Barat.
Gugur syahidnya 72 tokoh garis depan Revolusi Islam Iran tersebut tak pelak lagi memberikan pukulan keras terhadap Republik Islam Iran yang baru berdiri 2 tahun. Namun, berkat dukungan besar dari rakyat Iran terhadap revolusi, Republik Islam tetap tegak berdiri meskipun berkali-kali didera peristiwa teror, termasuk agresi yang dilakukan oleh negara tetangganya, Irak.