Lintasan Sejarah 2 Juli 2018
Hari ini, Senin tanggal 2 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Idris Al-Hilli, Ahli Fiqih Syiah Wafat
841 tahun yang lalu, tanggal 18 Syawal 598 HQ, Ibnu Idris al-Hilli, ahli fiqih Syiah meninggal dunia di usia 55 tahun .
Fakhruddin Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Idris al-Hilli lahir di kota Hillah pada 543 HQ di kota Hillah, Irak. Ibnu Idris sejak kecil telah mempelajari ilmu-ilmu agama, khususnya al-Quran dan di masa mudanya telah menjadi seorang faqih hebat.
Para ulama sezaman dan setelah Ibnu Idris sangat memuji sikap dan keberanian beliau yang mampu menggerakkan fiqih Islam menuju kesempurnaannya. Satu abad sepeninggal Syaikh Thusi, seluruh ulama dan faqih Syiah menukil pendapat beliau. Bahkan boleh dikata pintu ijtihad tertentu pada tahapan tertentu. Kondisi ini terus berlanjut hingga Ibnu Idris keluar dari lingkaran taklid dan menjadi mujtahid.
Ibnu Idris memiliki banyak karya ilmiah yang sangat berharga dan yang paling terkenal adalah buku al-Sarair. Buku ini merupakan karya jenius dan baru di dunia fiqih masa itu dan kekuatan isinya masih terus diperbincangan hingga kini. Selain memuat tema-tema penting fiqih, buku ini juga memuat hadis-hadis pilihan Ibnu Idris dan membuat nilai hadis menjadi penting.
Presiden Garfield Ditembak
137 tahun yang lalu, tanggal 2 Juli 1881, hanya empat bulan setelah menjabat presiden AS, James A Garfield ditembak saat berjalan melewati rel kereta api di Washington DC oleh Charles J Guiteau, seorang penderita gangguan jiwa yang ingin menjadi pegawai pemerintahan.
Pada Januari 1882, Charles Guiteau dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman gantung di penjara Washington.
Selama tiga bulan Garfield dirawat di rumah sakit akibat tembakan tersebut dan akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 19 September 1881. Posisinya sebagai presiden kemudian digantikan wakilnya, yaitu Chester A Arthur.
Ayatullah Saduqi Gugur Syahid
36 tahun yang lalu, tanggal 11 Tir 1361 HS, Ayatullah Muhammad Saduqi, seorang ulama pejuang Iran, gugur syahid akibat teror dari kelompok teroris, Mujahidin al-Khalq.
Ayatullah Saduqi menuntut ilmu di hauzah ilmiah Qom dan bersamaan dengan itu, beliau juga aktif dalam perjuangan untuk menentang rezim Shah Pahlevi yang despotik.
Ayatullah Saduqi kemudian menjadi salah satu tokoh garis depan Revolusi Islam dan merupakan salah satu pendukung utama Imam Khomeini. Setelah kemenangan Revolusi Islam, Ayatullah Saduqi diangkat sebagai anggota Dewan Kepemimpinandan berperan besar dalam penyusunan UUD Republik Islam Iran. Beliau juga ditunjuk sebagai wakil Imam Khomeini dalam memimpin shalat Jumat di kota Yazd dan di saat memimpin shalat Jumat itulah beliau gugur syahid.