Jul 03, 2018 08:55 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 3 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Mandah, Faqih dan Ahli Hadis Lahir

1005 tahun yang lalu, tanggal 19 Syawal 434 HQ, Ibnu Mandah meninggal dunia dalam usia 78 tahun di kota Isfahan dan dikebumikan di kota ini.

Abu Zakaria Yahya bin Abdul Wahhab yang lebih dikenal dengan Ibnu Mandah, seorang faqih, ahli hadis dan ahli sejarah keturunan Iran. Ia merupakan keturunan terakhir dari keluarga besar Ibnu Mandah. Setelah belajar ilmu agama, ia melakukan perjalanan ke pelbagai tempat untuk belajar dari ilmuwan dan ulama daerah itu. Setelah menguasai ilmu itu, ia kemudian mengajarkannya dan meluangkan waktu untuk menulis.

Banyak ilmuwan dan ulama Baghdad yang belajar kepadanya. Salah satunya adalah Abdul Qadir Gilani (Abdul Qadir Jailani). Sejarawan dan ahli hadis ini banyak meninggalkan karya tulis seperti buku Biografi Tabrani.

Sejarah

Syekh Yusuf, Pahlawan Nasional Lahir

392 tahun yang lalu, tanggal 3 Juli 1626, Syekh Yusuf Tajul Khalwati, Pahlawan Nasional Indonesia terlahir ke dunia di kota Gowa, Makasar.

Syekh Yusuf adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang lahir dari pasangan Abdullah dengan Aminah. Nama ini diberikan oleh Sultan Alauddin, Raja Gowa, yang juga adalah kerabat ibu Syekh Yusuf. Nama lengkapnya setelah dewasa adalah Tuanta' Salama' ri Gowa Syekh Yusuf Abul Mahasin al-Taj al-Khalwati al-Makassari al-Banteni.

Syekh Yusuf meninggal di Cape Town, Afrika Selatan, 23 Mei 1699 pada usia 72 tahun.

Sejarah

Pesawat Sipil Iran Ditembak AS

30 tahun yang lalu, tanggal 12 Tir 1367 HS, sebuah pesawat sipil Airbus milik Iran dalam perjalanannya dari Iran menuju Dubai ditembak rudal oleh kapal perang AS, USS Vincennes.

Seluruh penumpang pesawat bernomor Iran Air 655 itu beserta awak pesawatnya,  yang keseluruhan berjumlah 298 orang, tewas. Peristiwa ini terjadi di akhir perang Irak-Iran.

Saat itu, kapal perang AS tersebut tengah berada di perairan Teluk Persia. AS menyatakan bahwa penembakan itu disebabkan karena kelalaian tentaranya. Namun mengingat kapal perang Vincennes milik AS itu memiliki perlengkapan yang sangat canggih, alasan tersebut sulit diterima. Yang lebih aneh lagi, setelah peristiwa itu, komandan kapal perang Vincennes tersebut malah diberi medali kehormatan oleh pemerintah AS.

Penembakan pesawat komersial Iran oleh Amerika