Lintasan Sejarah 5 Juli 2018
Hari ini, Kamis tanggal 5 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Andalusia Ditaklukkan Thariq bin Ziyad
1347 tahun yang lalu, tanggal 21 Syawal 92 HQ, Andalusia, yang terletak di Spanyol, ditaklukkan oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.
Thariq dengan 12.000 pasukan dengan menggunakan beberapa kapal, melewati selat antara Maroko dan Spanyol yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya, yaitu Selat Jabal Thariq. Untuk membangkitkan semangat pasukannya, Thariq membakar kapal-kapal mereka.
Pasukan muslimin kemudian bertempur dengan gigih sehingga berhasil menaklukkan pasukan Spanyol. Mereka kemudian mendirikan pemerintahan dan peradaban Islam selama delapan abad di Andalusia. Pada akhir abad ke-9, tentara salib Eropa bangkit menyerang Andalusia dan menghancurkan peradaban Islam di sana.
Venezuela Merdeka
207 tahun yang lalu, tanggal 5 Juli 1811, Venezuela memproklamasikan kemerdekaannya dari Spanyol yang telah menjajah negara itu selama tiga abad.
Selama periode tersebut, penduduk pribumi Venezuela, yaitu bangsa kulit merah Indian disingkirkan dan dibunuh, sementara imigran Spanyol datang membanjiri Venezuela.
Sejak awal abad ke-19, para imigran Spanyol yang telah menjadi warga Venezuela, menghendaki pemerintahan independen yang terpisah dari Spanyol. Dengan dipimpin oleh Fransesco Miranda, rakyat Venezuela pada tahun 1806 memulai perjuangan mengusir tentara Spanyol, namun menemui kegagalan.
Pada tahun-tahun berikutnya, Miranda bersama Simon Bolivar meneruskan perjuangan mereka, sampai akhirnya Spanyol angkat kaki dari Venezuela.
Diplomat dan Wartawan Iran Disandera
36 tahun yang lalu, tanggal 14 Tir 1361 HS, tiga orang warga Iran yang terdiri dari diplomat dan wartawan disandera oleh kelompok militan Phalangist di Beirut, Lebanon.
Pada masa itu, rezim Zionis dengan dukungan kelompok militan Kristen Lebanon, yaitu Phalagist, menduduki Lebanon. Zionis dan kelompok Phalangist melakukan berbagai aksi teror di Lebanon, termasuk di antaranya pembantaian massal warga Palestina yang tinggal di kamp pengungsian Sabra-Shatila pada bulan September 1982.
Penyenderaan terhadap diplomat dan wartawan Iran juga merupakan salah satu di antara aksi teror tersebut mengingat Republik Islam Iran di bawah pimpinan Imam Khomeini merupakan negara yang paling aktif dalam menentang penindasan yang dilakukan Rezim Zionis terhadap bangsa Palestina. Hingga saat ini, ketiga warga Iran tersebut masih belum jelas nasibnya dan PBB sama sekali tidak melakukan langkah nyata apapun dalam penyelesaian kasus ini.