Jul 06, 2018 23:56 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 7 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Syawal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Said Anshari Lahir

690 tahun yang lalu, tanggal 23 Syawal 749 HQ, Ibnu Said Anshari, seorang dokter, ahli matematika, dan penulis terkenal asal Mesir, terlahir ke dunia.

Ibnu Said Anshari menguasai bidang logika, kedokteran, dan matematika, serta memiliki pengetahuan yang luas tentang sejarah berbagai kejadian dan biografi tokoh-tokoh di zaman kuno maupun zamannya sendiri.

Buku-buku yang ditulis Anshari mencapai 14 buah, yang terpenting di antaranya berjudul "Arsyadul Qashid" yang berisi tentang sejarah ilmu-ilmu.

Sejarah

Kepulauan Solomon Merdeka

40 tahun yang lalu, tanggal 7 Juli 1978, kepulauan Solomon yang terletak di timur Papua Nugini, meraih kemerdekaannya.

Kepulauan ini telah berpenghuni sejak 1000 tahun sebelum Masehi dan bangsa Eropa pertama kali menginjakkan kaki di sana pada tahun 1567. Pada tahun 1885, Jerman mengklaim kepulauan Solomon sebagai wilayah jajahannya. Namun satu dekade kemudian, Inggris menduduki kepulauan itu dan menjadikannya sebagai protektorat.

Setelah Perang Dunia Kedua, rakyat Solomon bangkit memperjuangkan kemerdekaannya sampai akhirnya merdeka tahun 1978. Penduduk Solomon mayoritasnya berasal dari etnis Melanesia.

Sejarah

Sayid Reza Hosseini, Penyair Ahlul Bait Wafat

32 tahun yang lalu, tanggal 16 Tir 1365 HS, Sayid Reza Hosseini, penyair Ahlul Bait meninggal dunia di usia 76 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayid Abdolazim, di kota Rey, Tehran.

Ustad Sayid Reza Hosseini yang lebih dikenal dengan sebutan Saadi Zaman, lahir di kota Azerbaijan pada 1289 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya dari guru-guru waktu itu, beliau kemudian menjadi tokoh ulama muda. Beliau dikenal dengan penguasaannya yang luar biasa atas sastra Persia, Turki dan Arab. Beliau juga punya perhatian yang luar biasa atas ilmu teologi, logika, sejarah, fiqih, tafsir al-Quran, hukum dan irfan.

Sejak awal pendidikannya, potensi kepenyairan Sayid Reza Hosseini telah muncul dan sejak usia 14 tahun beliau telah membaca syair-syairnya. Sekalipun masih muda, para penyair senior Iran telah mengenalnya. Kecintaannya kepada Ahlul Bait membuat kebanyakan syair-syairnya berbicara tentang keutamaan mereka. Pada waktu itu, ketika untuk pertama kalinya beliau mempublikasikan kumpulan puisinya, para ulama dan penyair hebat Iran. Beliau menjadi populer di Azerbaijan.

Penyair Sayid Reza Hosseini meninggalkan banyak karya sastra dan puisi seperti Lama'at Huseini, Nojoum Derakshan dan Bahar Bi Khazan.

Sayid Reza Hosseini