Lintasan Sejarah 15 Juli 2018
Hari ini, Ahad tanggal 15 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Kaisar Constantius II Meninggal
1350 tahun yang lalu, tanggal 15 Juli 668, Constantius II, kaisar Roma, putra dari Kaisar Constantius I, meninggal dunia.
Constantius II naik tahta pada tahun 337 ketika ayahnya meninggal. Pada saat itu, kekaisaran Roma terpecah-pecah dan Constantius II diserahi kekuasaan atas Asia kecil, Syria, dan Mesir, sementera saudaranya Constans I and Constantine II, menguasai wilayah-wilayah lainnya.
Constantius II meraih kepopuleran ketika berhasil mengalahkan raja Persia. Namun akhirnya, Kaisar Constantius II tewas dalam serangan tentara Persia di Cilicia. Sebelum meninggal, ia mengangkat Julian, sepupunya, sebagai penggantinya.
Sayidah Maksumah as Lahir
1266 tahun yang lalu, tanggal 1 Dzulqadah 173 HQ, Sayidah Fathimah Maksumah, putri mulia Imam Musa bin Jakfar as, terlahir ke dunia.
Imam Musa bin Jakfar adalah keturunan Rasulullah generasi ke-6 dan menjadi imam dan pemimpin ke-7 umat Islam. Sepeninggal beliau, tampuk imamah diserahkan kepada putra beliau, yaitu Imam Musa ar-Rida as. Namun, sebagaimana yang dialami oleh para Imam Makshum lainnya, Imam Ridha akhirnya dipenjara dan dibunuh oleh khalifah yang berkuasa saat itu.
Semasa Imam Ridha diasingkan di Khurasan, Iran oleh Khalifah Makmun dari Dinasti Abbasiah, Sayidah Maksumah yang merupakan saudara perempuan Imam Ridha, memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Madinah ke Khorasan untuk menemui Imam Ridha.
Ketika Sayidah Maksumah dan rombongannya baru sampai di kota Qom, Iran, putri yang suci dan mulia itu jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Beliau dikuburkan di kota Qom dan makamnya hingga kini menjadi pusat peziarahan yang ramai dikunjungi para pecinta Ahlul Bait dari berbagai penjuru dunia. Kota Qom pun kemudian berkembang menjadi pusat pengajaran ilmu-ilmu Ahlul Bait dan menjadi basis perjuangan rakyat Iran dalam era Revolusi Islam Iran.
Ayatullah Behbahani Gugur Syahid
108 tahun yang lalu, tanggal 24 Tir 1289 HS, Ayatullah Sayid Abdullah Behbahani, seorang ulama terkemuka Iran dan salah satu pemimpin dalam Revolusi Konstitusional Iran, gugur syahid dibunuh antek-antek pemerintah despotik.
Sayid Behbahani lahir di kota Najaf dan menuntut ilmu-ilmu agama dari ayah beliau yang juga merupakan seorang ulama pejuang, Sayid Ismail Mujtahid Behbahani. Selain itu, Sayid Behbahani juga belajar dari ulama-ulama besar lainnya seperti Mirza Hasan Shirazi.
Sebelum dimulainya Revolusi Konstitusional, Ayatullah Behbahani telah aktif berjuang untuk memperbaiki situasi politik di Iran. Kemudian, Ayatullah Behbahani bergabung dengan ulama-ulama Iran lainnya untuk berjuang menegakkan konstitusi dalam sistem kerajaan di Iran yang sebelumnya bersifat absolut dan diktator.