Jul 21, 2018 12:00 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 21 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abul Hasan Laib Tutup Usia

1000 tahun yang lalu, tanggal 7 Dzulqadah 439 HQ, Abul Hasan Laib, seorang ahli hadis terkenal meninggal dunia.

Ahli hadis ini memiliki pusat pengajaran yang pengaruhnya cukup luas, sehingga banyak ilmuwan Arab yang menimba ilmu darinya.

Di antara ulama yang yang menuntut ilmu dari Abul Hasan Laib adalah Khatib Baghdadi, seorang ahli sejarah terkenal. Oleh karena itulah dalam karya-karyanya, Khatib Baghdadi banyak menyebut jasa-jasa Abul Ahsan Laib.

Sejarah

Perjanjian Perancis-Vietnam Ditandatangani

73 tahun yang lalu, tanggal 21 Juli 1945, perjanjian penghentian perang antara Perancis dan Vietnam ditandatangani di akhir konferensi Jenewa yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari AS, Inggris, Cina, dan Soviet.

Perjanjian ini menyusul kalahnya Perancis di Vietnam berkat perlawanan gigih tentara Vietnam dalam pertempuran Dien Bien Phu. Namun, atas tekanan AS, dalam perjanjian itu juga disepakati tentang pembagian wilayah Vietnam hingga tahun 1956 dan perintah agar seluruh tentara asing angkat kaki dari Vietnam.

Berlawanan dengan isi perjanjian itu, AS malah mengirimkan pasukannya ke Vietnam dan mendukung pendirian negara Vietnam Selatan. Akibatnya, pecah perang antara tentara Vietnam Utara melawan tentara Vietnam Selatan yang didukung AS. Perang ini berakhir pada tahun 1975 dengan kekalahan Vietnam Utara dan AS. Selanjutnya, Vietnam kembali bersatu dalam Republik Sosialis Vietnam.

Pasukan Perancis di Vietnam

Demonstrasi Rakyat Iran Memprotes PM Iran

66 tahun yang lalu, tanggal 30 Tir 1331 HS, rakyat Iran mengadakan demonstrasi besar-besaran memprotes PM baru Iran, Qiwam al-Salthanah.

Menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Mosaddegh atas tekanan rezim Shah, posisinya digantikan oleh Qiwam al-Salthanah yang merupakan perpanjangan tangan Shah Pahlevi dan kekuatan asing.

PM baru ini segera mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan Islam. Salah seorang ulama besar Iran, Ayatullah Kashani, mengeluarkan pernyataan protes terhadap PM baru Iran itu dan rakyat Iran menyambutnya dengan demonstrasi besar-besaran di berbagai kota.

Meskipun awalnya rezim Shah menghadapi demonstrasi ini dengan kekerasan, namun akhirnya, mereka menyerah dan Mosaddegh kembali diangkat sebagai perdana menteri. Namun 13 bulan kemudian, Mosaddegh digulingkan oleh kudeta yang didalangi AS.

Aksi demo rakyat Iran menentang Shah