Lintasan Sejarah 19 Juli 2018
Hari ini, Kamis tanggal 19 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Tir 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Sayid Ibnu Thawus Meninggal Dunia
775 tahun yang lalu, tanggal 5 Dzulqadah 664 HQ, Ridha ad-din Ali bin Musa yang terkenal dengan nama Sayid Ibnu Thawus, seorang ulama fiqih, hadis, sejarah, dan sastra muslim, meninggal dunia.
Sayid Ibnu Thawus menjalani masa kecil dan remajanya di tanah kelahirannya, Hilah, yang terletak di Irak. Di sana, ia mempelajari berbagai bidang ilmu agama. Sayid Ibnu Thawus menjalani hidup dengan kezuhudan dan ketakwaan. Oleh karena itulah ia selalu menolak berbagai jabatan yang ditawarkan oleh rezim yang berkuasa saat itu, yaitu Dinasti Abbasiah.
Dia banyak meninggalkan karya-karya penulisan di bidang ilmu teologi, akhlak, fiqih, dan hadis. Sebagian besar karya-karyanya diterjemahkan ke berbagai bahasa dan berkali-kali dicetak ulang. Di antara karya Ibnu Thawus yang terpenting aaadalah buku berjudul "al-Luhuf" yang mengisahkan kejadian di hari Asyura dan dianggap sebagai salah satu buku sejarah terkemuka.
Gerakan Sandinista Menang
39 tahun yang lalu, tanggal 19 Juli 1979, perlawanan rakyat Nikaragua yang dipimpin oleh gerakan Sandinista, berhasil mencapai kemenangan dengan tergulingnya pemerintahan Anastasio Somoza Debayle.
Sebelumnya, Presiden Nikaragua adalah Jenderal Anastasio Somoza yang tewas tertembak tahun 1956. Ia digantikan oleh anaknya, Luis Somoza. Pada tahun 1967, Luis Somoza digantikan oleh adiknya, Anastasio Somoza Debayle yang mendapat dukungan dari AS.
Ketidakpuasan yang timbul di tengah-tengah rakyat memicu gerakan perlawanan dan kelompok gerilyawan Sandinista yang berhaluan kiri merupakan kelompok yang berjuang di garis depan dalam usaha penggulingan kekuasaan Somoza. Dalam gerakan perlawanan rakyat ini, 40.000 orang tewas dan lebih dari 200.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.
Setelah kemenangan Sandinista, AS mengorganisasi gerakan anti-Sandinista atau gerakan Contra, yang dananya diambil dari penjualan senjata AS kepada Iran, sehingga memunculkan skandal besar dalam dunia politik AS yang disebut sebagai "Skandal Iran-Contra".
Jalaluddin Humai Meninggal
38 tahun yang lalu, tanggal 28 Tir 1359 HS, Jalaluddin Humai, cendikiawan dan sastrawan Iran terkenal, meninggal dunia.
Humai dilahirkan pada tahun1378 HS di kota Isfahan, Iran. Sejak usia lima tahun, Humai mulai menuntut ilmu-ilmu agama dari ayahnya sendiri, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.
Selain itu, Humai menguasai ilmu sastra, filsafat, dan astronomi. Selanjutnya, Jalaluddin Huma'i mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku. Karya-karya penulisan yang ditinggalkan Jalaluddin Humai antara lain berjudul "Sejarah Kesusastraan Iran".