Jul 29, 2018 10:37 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 29 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Pertempuran Stiklestad

988 tahun yang lalu, tanggal 29 Juli 1030, meletuslah pertempuran di Stiklestad, Norwegia, yang dipimpin oleh Raja Olaf II Haraldsson melawan para pemberontak.

Pertempuran Stiklestad ini merupakan peristiwa penting dalam penyebaran Kristen di Norwegia. Sejak abad ke-9 negara ini secara bertahap telah menjadi bagian dari kebudayaan Kristen dan kepercayaan animisme yang merupakan kepercayaan asli bangsa Norwegia menjadi tersingkir.

Perang Stiklestad  merupakan akibat dari perlawanan sebagian rakyat Norwegia yang dipaksa untuk memeluk agama Kristen. Perang ini menyebabkan tewasnya Raja Olaf II, namun sejak itu pula, kerajaan Kristen berkuasa penuh di Norwegia dan Raja Olaf II diberi gelar sebagai Saint atau orang suci.

Sejarah

Kelahiran Ayatullah Mirza Hossein Naini

163 tahun yang lalu, tanggal 15 Dzulqadah 1276 HQ, Ayatullah Muhammad Hossein Naini, seorang ulama besar islam terlahir ke dunia.

Ayatullah Muhammad Hossein Naini yang lebih dikenal dengan Mirza Naini setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, melanjutkan pendidikan ke Najaf, Irak, hingga mencapai derajat mujtahid.

Ayatullah Naini menguasai berbagai bidang ilmu, seperti matematika, hikmah, filsafat, irfan, dan fiqih. Keluasan ilmunya membuat Ayatullah Naini memiliki tempat istimewa di kalangan para ilmuwan Najaf saat itu.

Mirza Naini meninggalkan karya penulisan. Karya beliau yang terpenting berjudul "Tanbihul Ummah" yang membahas berbagai bentuk pemerintahan despotik dan kewajiban para ulama dalam menghadapi pemerintahan seperti ini.

Ayatullah Muhammad Hossein Naini

Bani Sadr Melarikan Diri ke Perancis

37 tahun yang  lalu, tanggal 7 Mordad 1360 HS, Bani Sadr, mantan Presiden Iran melarikan diri ke Perancis.

Bani Sadr, mantan Presiden Iran diimpeachment oleh parlemen akibat kerjasamanya dengan kelompok Munafikin, memprovokasi pertikaian di dalam negeri dan kelalaian dalam membela perbatasan Iran semasa perang serta tidak mencegah ekspansi militer Baath Irak ke perbatasan Iran. Berdasarkan impeachment yang dilakukan parlemen, Imam Khomeini ra kemudian memberhentikannya dari posisi presiden.

Pasca pemberhentiannya, Bani Sadr lebih banyak bersembunyi dan lewat surat dan kaset ia memprovokasi rakyat untuk melakukan kekacauan. Namun hidup secara sembunyi-sembunyi yang dilakukannya tidak bertahan lama. Karena rakyat ternyata tidak terprovokasi olehnya, bahkan dalam pemilu presiden, rakyat Iran memilih Syahid Rajai sebagai presiden penggantinya. Akhirnya, melihat situasi yang semakin tidak menguntungkan bagi dirinya, Bani Sadr pada 7 Mordad 1360 HS dengan menyamar berpakaian wanita bersama Massoud Rajavi, Ketua Kelompok Munafikin (MKO) melarikan diri dari Iran.

Bani Sadr