Lintasan Sejarah 30 Juli 2018
Hari ini, Senin tanggal 30 Juli 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Rashid Al-Din bin Muhammad Al-Watwat Meninggal Dunia
866 tahun yang lalu, tanggal 16 Dzulqadah 573 HQ, Rashid al-Din al-Watwat meninggal dunia pada usia 93 tahun.
Rashid al-Din bin Muhammad bin al Djalil al-Umari yang lebih dikenal dengan Rashid al-Din al-Watwat lahir pada tahun 480 Hq di kota Balkh. Rashid al-Din masih keturunan dari Khalifah Umar bin Khattab.
Rashid al-Din al-Watwat menguasai dua bahasa Arab dan Persia dengan sangat baik yang membuat ia disebut sebagai Dzul Lisanain (yang menguasai dua bahasa). Al-Watwat diakui kemampuannya dalam memilih kata dan menyusunnya dengan indah baik dalam bahasa Persia maupun bahasa Arab. Karya-karyanya antara lain, "Diwan Asy'ar Parsi", "Rasail al-Arabi", "Hadaiq al-Sahar fi Daqaiq al-Syi'r", "Mansyaat Farsi" dan lain-lain.
Kecelakaan Pesawat Penumpang dan Jet di Jepang
47 tahun yang lalu, tanggal 30 Juli 1971, sebuah kecelakaan udara antara Boeing 7727 dan pesawat tempur menewaskan 162 orang.
Setelah diselidiki, pesawat militer melakukan penerbangan tanpa menggunakan radar. Pesawat All Nippon Airways 58 melakukan perjalanan dari Bandara Chitose, Hokkaido, ke Tokyo, dengan sebagian besar penumpang yang akan memberikan bantuan untuk korban perang. Namun saat berada di atas ketinggian Pegunungan Alpen, pesawat penumpang itu bertabrakan dengan dua pesawat jet militer.
Diduga, terjadi kesengajaan dalam peristiwa itu karena pilot pesawat jet militer, Yoshimi Ichikawa, mampu menyelamatkan dirinya dengan keluar dari pesawat dan menggunakan parasut keselamatan.
Ayatullah Meshkini Wafat
11 tahun yang lalu, tanggal 8 Mordad 1386 HS, Ayatullah Meshkini meninggal dunia di usia 86 tahun.
Ayatullah Ali Akbar Feiz yang lebih dikenal dengan Meshkini lahir pada 1300 di desa Bolouk Meshkin dari keluarga agamis. Ketika terjadi peristiwa Kashf Hejab (pelarangan jilbab) di masa Reza Khan yang menyulut protes ulama dan rakyat di Mashad, Ayatullah Meshkini kemudian pergi ke Qom dan belajar agama di sana.
Dengan segera beliau menyelesaikan kuliah-kuliah tingkat menengah hauzah dan setelah itu mulai mengikuti kuliah-kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada guru-guru besar di masanya.
Ayatullah Meshkini selama hidupnya mendirikan Yayasan al-Hadi di bidang percetakan. Beliau sendiri menulis banyak buku di pelbagai bidang. Ayatullah Meshkini juga termasuk orang pertama yang bergabung dengan kebangkitan Imam Khomeini ra dan berkali-kali ditangkap oleh SAVAK dan dipenjara. Beliau merupakan anggota Jameeh Modarresin Hauzah Ilmiah Qom (Asosiasi Pengajar Hauzah Ilmiah Qom) dan banyak dari pernyataan yang dikeluarkan lembaga ini ditandatangani olehnya.