Aug 01, 2018 10:05 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 1 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Umar Khayam Neishaburi Lahir

1000 tahun yang lalu, tanggal 18 Dzulqadah 439 HQ, Umar Khayam Naishaburi, seorang matematikawan, astronom, filsuf, dan penyair besar Iran, terlahir ke dunia di kota Neishabur, timur laut Iran.

Meskipun ketinggian ilmu Khayam jauh melampui kemampuannya di bidang sastra, namun Umar Khayam lebih terkenal di dunia sebagai seorang penyair. Syair-syairnya yang berstruktur rubaiyyat dan mengandung keindahan serta makna yang dalam telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia.

Selain menghasilkan karya syair, Umar Khayam juga melakukan perbaikan terhadap kalender Persia. Kalender hasil susunan Umar Khayam dikenal dengan nama “Taqwim-e Jalali”.

Karya Umar Khayam yang lain adalah buku “Nuruz-nameh” dan  “Tarikh-e Adab-e Jasn-e Nuruz”, dan “Jabar wa Muqabalah” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis pada tahun 1851.

Umar Khayam Naishaburi

Swiss Memperoleh Kemerdekaan

370 tahun yang lalu, tanggal 1 Agustus 1648, Swiss memperoleh pengakuan atas kemerdekaannya.

Karenanya tanggal 1 Agustus di negara itu diperingati sebagai hari nasional. Swiss memilih sikap netral dalam perang panjang di benua Eropa yang terjadi antara tahun 1618 hingga 1648. Di bawah perjanjian Westfalen, Negara Eropa mengakui kemerdekaan Swiss dari Kekaisaran Romawi Suci dan kenetralannya (ancient Regime).

Swiss dengan ibukotanya Bern, memiliki luas wilayah 41,293 kilometer persegi dan terletak di jantung benua Eropa. Negara ini bertetangga dengan Jerman, Perancis, Italia, Austria dan Liechtenstein.

Swiss

Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati Wafat

17 tahun yang lalu, tanggal 10 Mordad 1380 HS, Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati meninggal dunia.

Ayatullah Sayid Ahmad Rouzati lahir pada 7 Rajab 1347 HQ di Isfahan dan setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau mulai belajar ilmu-ilmu agama. Pelajaran pendahuluan dan menengah hauzah dipelajarinya di kota Isfahan dan kemudian beliau pindah ke Qom dan belajar buku al-Kifayah kepada Ayatullah al-Udzma Marashi Najafi dan Ayatullah Haj Sheikh Morteza Hairi. Sementara kuliah tingkat mujtahidnya dipelajari kepada Ayatullah Khonsari dan Hojjat.

Ayatullah Rouzati belajar fiqih tingkat mujtahid dan sebagian ilmu ushul fiqih kepada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan menulis kuliah beliau, khususnya masalah "Libas Masykuk" atau pakaian yang diragukan dalam sebuah risalah tersendiri dengan nama "al-Sabil al-Masluk fi al-Libas al-Masykuk".

Setelah belajar selama 10 tahun di Qom, beliau kembali ke kota Isfahan dan mulai mengajar buku seperti al-Ma'lim dan syarah al-Lum'ah di madrasah Sadr dan memberikan kuliah tafsir bagi para profesional.

Sejarah