Lintasan Sejarah 3 Agustus 2018
Hari ini, Jumat tanggal 3 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Penyair Maroko, Abu Zayd Al-Qayrawani
983 tahun yang lalu, tanggal 20 Dzulqadah 456 HQ, Abu Zayd al-Qayrawani, penyair Maroko meninggal dunia pada usia 66 tahun
Abu Muhammad Abdullah ibn Abi Zayd al-Qayrawani adalah seorang penyair, sastrawan dan kritikus Maroko yang lahir pada tahun 390 HQ. Abu Zayd al-Qayrawani sejak kecil telah mempelajari syair dan sastra serta ilmu-ilmu lainnya. Demi mempelajari lebih dalam kepada para ilmuwan besar, ia kemudian pindah ke kota Qayrawan yang terletak di selatan Tunisia yang pada masa itu menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Utara dan Andalusia.
Setelah memperdalam kemampuannya di bawah bimbingan guru-guru hebat, Abu Zayd al-Qayrawani mampu meningkatkan kemampuannya di bidang puisi dan sastra. Syair-syair al-Qayrawani dari sisi makna, pujian, deskripsi dan gazal merupakan gambaran dari tahapan kehidupan sosial dan sastranya.
Di sisi lain, al-Qayrawani juga menciptakan metode baru di bidang kritik sastra. Sebelumnya, kritik sastra hanya sampai pada pengantar dan penjelasan, al-Qayrawani mengubah kritik sastra hingga menjadi satu mazhab pemikiran di bidang ini.
Israel Bunuh Izuddin Qalq
40 tahun yang lalu, tanggal 3 Agustus 1978, rezim Zionis melakukan aksi terorismenya dengan membunuh Izuddin Qalq, wakil Organisasi Pembebasan Palestina di Paris.
Sekretaris Izuddin Qalq juga ikut terbunuh dalam serangan ini.
Pada dekade 1970-an dan 1980-an, organisasi intelijen Zionis, Mossad, meneror banyak pejabat PLO sehingga mereka menjadi lemah dan akhirnya bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Rezim Zionis. Namun demikian, rakyat Palestina tidak mengakui perjanjian damai ini dan tetap berjuang melawan rezim penjajah tersebut.
Pemilu Dewan Ahli Pembahas UUD
39 tahun yang lalu, tanggal 12 Mordad 1358 HS, Iran menyelenggarakan pemilu untuk memilih dewan ahli pembahas Undang Undang Dasar.
Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran dan penyelenggaraan pemilu pertama yang berujung pada penentuan bentuk negara dan pembentukan Republik Islam di Iran, pembahasan mengenai penentuan UUD mulai dibahas luas di pelbagai kalangan masyarakat. Untuk mensosialisasikan isi draf UUD ke tengah masyarakat, sekaligus mengajak rakyat dan para pemikir untuk memberikan pendapat soal isinya, maka draf tersebut dimuat di koran-koran dengan tiras besar pada 24 Khordad 1358 HS.
Setelah disosialisasikan dan mendapat persetujuan Imam Khomeini ra untuk membentuk Dewan Ahli yang membahas akhir draf UUD, rancangan undang-undang pemilu Dewan Ahli Pembahas UUD akhirnya disetujui pemerintah dan Dewan Revolusi. Akhirnya, ditetapkan pemilu Dewan Ahli Pembahas UUD akan diselenggarakan pada 12 Mordad 1358 HS dan pemilu ini diikuti luas oleh rakyat Iran untuk memilih 75 anggota Dewan Ahli Pembahas UUD.