Lintasan Sejarah 4 Agustus 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 4 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Alauddin Ali bin Nafis, Dokter Muslim Suriah
752 tahun yang lalu, tanggal 21 Dzulqadah 687 HQ, Ibnu Nafis, dokter muslim meninggal dunia.
Alauddin Ali bin Nafis, ilmuwan dan dokter muslim terlahir di Damaskus, Suriah. Ia belajar ilmu-ilmu keislaman di tempat kelahirannya. Ilmu kedokteran dipelajarinya pada para ilmuwan terkenal di masanya. Setelah mengkaji dan melakukan penelitian yang mendalam di bidang kedokteran, akhirnya ia memiliki kemampuan luar biasa.
Salah satu buku pertama yang ditulisnya Ibnu Nafis merupakan penjelasan bagian anatomi dari buku al-Qanun, karya Ibnu Sina. Dalam bukunya ini, Ibnu Nafis menjelaskan sirkulasi darah di dalam paru-paru. Penemuan Ibnu Nafis ini dilakukannya tiga abad sebelum ilmuwan Eropa menyatakan telah menemukan sirkulasi darah.
Buku al-Syamil merupakan karya lain Ibnu Nafis yang menjelaskan teknik pembedahan dan membahasnya secara luas.
Inggris dan Rusia Membentuk Polisi Selatan di Iran
103 tahun yang lalu, tanggal 13 Mordad 1294 HS, Inggris dan Rusia membentuk polisi Selatan di Iran.
Dengan semakin meluasnya api Perang Dunia Pertama, negara-negara seperti Rusia dan Inggris semakin mengkhawatirkan pengaruh Jerman di Iran. Karena pengaruh Jerman itu bakal menghancurkan kepentingan mereka di negara ini.
Oleh karenanya, Rusia dan Inggris menandatangi kesepakatan rahasia untuk membagi wilayah Iran yang netral dalam Perang Dunia Pertama, seperti yang telah diprediksi dalam perjanjian tahun 1907. Selain itu, untuk mempertahankan kepentingannya di Iran, kedua negara ini membentuk polisi bersama pada 13 Mordad 1294 HُS.
AS menderita kekalahan di Teluk Tonkin
54 tahun yang l alu, tanggal 4 Augustus 1964, AS menderita kekalahan dalam perang terbatas di Teluk Tonkin di wilayah Laut Cina Selatan.
Pertempuran itu meletus antara kapal-kapal perang AS melawan Vietnam Utara. Saat itu AS mendukung penuh rezim Vietnam Selatan melawan utara, namun sebelum peristiwa 4 Augustus 1964, AS tidak pernah secara langsung terlibat pertempuran.
Menyusul peristiwa Teluk Tonkin, AS secara signifikan menambah jumlah personil militernya di Vietnam Selatan. Mesin-mesin perang dan pesawat tempur AS pun secara masif menggempur wilayah Vietnam utara. Namun perlawanan sengit rakyat setempat telah mempermalukan AS yang terpaksa mengakui kekalahannya di Vietnam dan pada tahun 1975 AS menarik mundur seluruh tenteranya dari sana.