Lintasan Sejarah 5 Agustus 2018
Hari ini, Ahad tanggal 5 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Allamah Tabarsi Menyelesaikan Penulisan Buku Tafsir Majma Al-Bayan
903 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulqadah 536 HQ, Allamah Tabarsi menyelesaikan penulisan buku tafsir Majma al-Bayan.
Buku Tafsir Majma al-Bayan merupakan karya ahli tafsir terkenal Allamah Sheikh Tabarsi. Beliau dikenal dengan sebutan Amin al-Islam (Amanat Islam). Sebutan itu diberikan berkat keutamaan, kejujuran dan amanatnya dalam ilmu-ilmu Islam seperti fiqih, hadis dan tafsir.
Tafsir Majma al-Bayan merupakan satu dari buku tafsir penting al-Quran yang pernah ditulis oleh ulama Islam. Tafsir ini banyak mengulas sastra yang digunakan dalam al-Quran, selain tema-tema penting lainnya. Buku ini telah dicetak berkali-kali, namun Allamah Sheikh Tabarsi berhasil merampungkan penulisan buku tafsir monumentalnya ini pada tanggal 22 Dzulqadah 536 HQ.
Mozaffaruddin Shah Mengeluarkan Perintah Konstitusi
112 tahun yang lalu, tanggal 14 Mordad 1285 HS, Mozaffaruddin Shah mengeluarkan perintah Konstitusi dan mendirikan Majelis Dewan Nasional.
Ketika Mozaffaruddin Shah naik tahta, kerajaan begitu korup, kemiskinan dan ketidakadilan terlihat di mana-mana. Pada awalnya, kunci gerakan Revolusi Konsitusi bermula dari penghinaan terhadap ulama. Sementara perang antara Rusia dan Jepang menyebabkan harga gula batu membumbung tinggi. Dengan alasan ini, pemerintah menghukum mati dua orang pedagang penting di pasar Tehran. Akhirnya pasar diliburkan, rakyat dan ulama berkumpul. Masjid menjadi markas penting terbentuknya Revolusi Konstitusi.
Kebangkitan rakyat juga meluas hingga di Shiraz, Tabriz dan Isfahan. Hal ini membuat Mozaffaruddin Shah menjadi ketakutan. Akhirnya pada 14 Mordad 1285 HS (14 Jumadil Akhir 1324 HQ) ia mengeluarkan perintah Konstitusi dan mendirikan Majelis Dewan Nasional yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional. Pemberian syarat kepada ulama, yang telah meninggalkan Iran berakhir dengan sambutan luas rakyat.
Allamah Sayid Arif Husain Husaini Gugur Syahid
30 tahun yang lalu, tanggal 5 Agustus 1988, Allamah Sayid Arif Husain Husaini, salah seorang ulama terkemuka dan pejuang Pakistan, gugur syahid akibat serangan teroris.
Arif Husaini dilahirkan dalam sebuah keluarga yang relijius dan beliau kemudian menuntut ilmu ke Irak. Di Irak, Arif Husaini sempat bertemu dengan Imam Khomeini yang tengah menjalani masa pengasingan dan ia banyak mengenal pemikiran-pemikiran revolusi Imam Khomeini.
Ketika Revolusi Islam di Iran mencapai puncaknya, Arif Husaini juga hadir di Iran dan bergabung bersama rakyat Iran untuk berjuang menggulingkan rezim Syah Pahlevi yang despotik. Akibatnya, Rezim Syah mengusir Arif Husaini kembali ke Pakistan. Di tanah airnya, Arif Husaini aktif dalam penyebaran ajaran Islam, terutama dalam upaya menciptakan persatuan di antara berbagai mazhab di Pakistan. Namun, perjuangannya terhenti karena dibunuh oleh teroris yang menginginkan terjadinya perselisihan terus-menerus di tengah kaum Muslimin Pakistan.