Lintasan Sejarah 9 Agustus 2018
Hari ini, Kamis tanggal 9 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Kelahiran Mulla Taftazani, Ulama dan Sastrawan
717 tahun yang lalu, tanggal 26 Dzulqadah 722 HQ, Mulla Taftazani, ulama dan sastrawan Islam lahir di kota Guchan, timur laut Iran.
Saad al-Din Mas'ud bin Umar Abdullah Khorasani Harawi yang dikenal dengan Mulla Saad Taftazani adalah seorang ahli fiqih, tafsir, teologi dan sastrawan muslim terkenal asal Iran.
Kehidupannya sempat dilalui dengan melakukan perjalanan ke Khorasan dan kota-kota Asia lainnya untuk menuntut ilmu. Kecerdasannya yang tinggi membuat Mulla Taftazani dengan cepat mencapai ketinggian ilmu dan pada usia 16 tahun ia telah mulai menulis buku-buku yang hingga kini masih menjadi rujukan di hauzah-hauzah ilmiah. Karya-karya Mulla Taftazani di antaranya berjudul "al-Muthawwal" dan "al-Irsyad".
Pada tahun 772 HQ, Mulla Taftazani diundang Raja Teimur Gorgani di kota Samarkand untuk mengajar di sana. Beliau tinggal di sana selama 20 tahun hingga menutup usia pada tahun 792 HQ dalam usia 70 tahun.
Perjanjian Iran dan Inggris
99 tahun yang lalu, tanggal 9 Agustus 1919, ditandatangani perjanjian antara Inggris dan Iran yang diwakili oleh Wutsuqud-Daulah, Perdana Menteri Iran pada waktu itu dan Lord Carson, Menteri Luar Negeri Inggris.
Berdasarkan perjanjian yang dikenal dengan nama "Perjanjian 1919" ini, urusan ekonomi, militer, dan politik Iran berada di bawah pengawasan pejabat Inggris. Inggris memaksakan perjanjian ini terhadap Iran setelah terjadi revolusi di Rusia yang menyebabkan negeri itu mundur dari kancah persaingan kolonialisme.
Namun, rakyat Iran dan masyarakat internasional menentang perjanjian ini sehingga akhirnya perjanjian ini dibatalkan. Satu setengah tahun kemudian, Inggris mendalangi kudeta yang menghantarkan Reza Khan menjadi Syah Iran. Melalui Reza Khan, Inggris meneruskan penguasaannya atas Iran.
Ayatullah Tsaqafi Wafat
33 tahun yang lalu, tanggal 18 Mordad 1364 HS, Ayatullah Mirza Muhammad Tsaqafi, ulama dan ahli fiqih kontemporer Iran, meninggal dunia pada usianya ke-90.
Ayatullah Tsaqafi dilahirkan di Tehran dan menempuh pendidikan di hauzah ilmiah Qom sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.
Beliau membaktikan hidupnya demi menyebarkan syariat suci Islam dan banyak meninggalkan karya tulis di bidang tafsir Quran, ushul Fiqih, dan Hadis, diantaranya "Tafsir Rawan Jawid" yang terdiri dari lima jilid.