Aug 10, 2018 22:08 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 10 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Azad Bilgrami Meninggal Dunia

239 tahun yang l alu, tanggal 27 Dzulqadah 1200 HQ, Azad Bilgrami, sejarawan dan sufi muslim asal India meninggal dunia.

Sejak usia remaja, ia sudah mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman, juga bahasa Arab dan Persia. Dalam dua bahasa asing itu, Bilgrami bahkan sampai memiliki kemampuan membuat syair-syair yang bermutu.

Karena kemampuannya yang brilian dalam membuat syair-syair yang memuji Rasulullah Saw, Bilgrami digelari sebagai "Orang Baik India". Di antara karya-karya Bilgrami adalah buku berjudul "Delgosha Name", dan "Matsnawi".

Sejarah

Perang Jepang Vs Cina

81 tahun yang lalu, tanggal 10 Agustus 1937, terjadi perang dua tahun antara Jepang dan Cina dalam memperebutkan Kanton dan Shanghai, dua kawasan penting di Cina.

Kanton adalah pelabuhan penting dan strategis di selatan Cina. Rakyat Cina berjuang keras mempertahankan wilayahnya tersebut, namun setelah jatuh korban yang amat banyak, pada tanggal 25 April 1939, pasukan Cina menyerah dan Kanton direbut oleh Jepang.

Dengan dimulainya Perang Dunia Kedua, Jepang menduduki kawasan luas di Cina. Namun, rakyat Cina melakukan perlawanan gigih sehingga akhirnya Jepang menarik mundur pasukannya.

Perang Cina dan Jepang

Tim Pemantau PBB Tiba di Iran

30 tahun yang lalu, tanggal 19 Mordad 1367 HS, pasukan penjaga perdamaian PBB memasuki Tehran dan Baghdad setelah Iran menerima resolusi Dewan Keamanan PBB no. 598.

Iran dan Irak melakukan gencatan senjata pada 29 Mordad 1367 HS.

Kemudian, Dewan Keamanan PBB meratifikasi resolusi no.619 pada 18 Mordad 1367 HS. Berdasarkan ketentuan ini, PBB mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di perbatasan Iran dan Irak yang berjumlah sekitar 400 orang dari 25 negara dunia.

Sebelumnya, Imam Khomeini dengan mempertimbangkan kemaslahatan umat Islam dan konspirasi Barat terutama AS untuk menumbangkan Republik Islam dan menghancurkan rakyat Iran, setelah melakukan konsultasi dengan panglima tinggi militer dan pemerintah akhirnya bersedia menerima resolusi Dewan Keamanan PBB no.598.

Republik Islam Iran setelah mempertimbangkan isi resolusi terutama mengenai poin pembayaran ganti rugi akibat perang oleh Irak bersedia menerima resolusi tersebut. Namun meski secara resmi telah menandatangani perjanjian gencatan senjata pada Agustus 1988, namun tetap saja rezim Baath melanjutkan penyerangan terhadap Iran.

PBB