Lintasan Sejarah 11 Agustus 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 11 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Dzulqadah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Abul Qasim Thabrani Wafat
Tanggal 28 Dzulqadah 360 HQ, Abul Qasim Thabrani, seorang ulama terkenal asal Isfahan, Iran, meninggal dunia.
Abul Qasim Thabrani adalah ilmuwan dan ahli hadits terkenal abad keempat hijriah.
Untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman, Thabrani melakukan banyak perjalanan ke negeri-negeri muslim, dan selama 33 tahun lamanya, ia melakukan riset atas sejumlah bidang studi ilmu keislaman.
Ada tiga kitab ilmu hadits terkenal yang ditulisnya,masing-masing bernama "Mu'jam Kabir", "Mu'jam Wasath", dan "Mu'jam Shagir".
Chad Merdeka
58 tahun yang lalu, tanggal 11 Agustus 1960, rakyat Chad berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Chad.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Perancis menyerang Chad dan dalam tiga tahun, mereka berhasil menguasai Chad dan kawasan ini menjadi jajahan Perancis.
Pada tahun 1958, Perancis memberi status otonomi kepada Chad dan dua tahun kemudian, Chad secara penuh merdeka dan memiliki pemerintahan berbentuk republik. Chad memiliki luas wialayah 1.284.000 kilometer persegi, terletak di bagian tengah Afrika, dan berbatasan dengan Lybia, Kamerun. Sudan, Afrika Tengah, Nigeria, dan Niger.
Syahid Rajai Terpilih Sebagai Perdana Menteri
38 tahun yang lalu, tanggal 20 Mordad 1359 HS, Syahid Rajai terpilih sebagai Perdana Menteri Iran.
Pasca terpilihnya Abolhassan Bani Sadr sebagai Presiden Republik Islam Iran dan kandidat yang diperkenalkannya kepada parlemen tidak lulus uji kelayakan, terjadi perselisihan antara parlemen dan Bani Sadr. Akhirnya disepakati dari lima orang anggota parlemen seorang dipilih sebagai perdana menteri. Setelah melewati pembahasan maraton dan dihapusnya dua orang dari lima orang, maka dari tiga orang yang tersisa memilih Syahid Rajai sebagai perdana menteri.
Dalam sidang parlemen, Syahid Rajai meraih 153 suara mosi kepercayaan dari anggota parlemen. Saat diambil sumpahnya, Syahid Rajai memperkenalkan dirinya dengan tiga pernyataan penting; saya pengikut Imam Khomeini, anak parlemen dan saudara presiden.
Pada awalnya Bani Sadr menolak terpilihnya Syahid Rajai, tapi ketika ia merasa tidak akan berhasil melawan parlemen, akhirnya ia menerima usulan ini. Tapi di setiap kesempatan, ia berusaha melemahkan pribadi Syahid Rajai di depan opini publik. Bani Sadr bahkan tidak segan-segan memakai ungkapan dan sebutan yang jelek dan tidak dapat diterima.