Lintasan Sejarah 13 Agustus 2018
Hari ini, Senin tanggal 13 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Pernikahan Imam Ali dan Sayidah Fatimah Zahra as
1437 tahun yang lalu, tanggal 1 Dzulhijjah 2 HQ, Imam Ali dan Sayidah Fatimah Zahra as menikah.
Di masa permulaan Islam, banyak pria yang melamar Sayidah Fatimah Zahra as dari Rasulullah Saw untuk menjadi isterinya. Namun tidak seorangpun yang mendapat jawaban positif. Waktu terus berlalu hingga Imam Ali as datang menghadap Rasulullah Saw dengan tujuan yang sama.
Ketika itu Nabi Muhammad Saw berkata, "Wahai Ali! Sebelum engkau datang, sudah banyak pria yang menghadapku untuk melamar Sayidah Fatimah sebagai isterinya, tapi Fatimah menolak mereka semua. Tunggulah di sini, seperti yang lain. Aku akan ke dalam menanyakan pendapat Fatimah."
Rasulullah Saw menemui Fathimah dan berkata, "Fatimah, engkau telah mengenal Ali bin Abi Thalib dari sisi kedekatan keluarga, keutamaan dan keislamannya. Aku memohon kepada Allah untuk mengawinkanmu dengan makhluk terbaik dan paling dicintai Allah. Kini Ali telah melamarmu. Apa pendapatmu?"
Fatimah kemudian terdiam, tapi ia tidak memalingkan wajahnya. Rasulullah sendiri tidak melihat wajah Fatimah menunjukkan ketidaksukaan. Akhirnya Nabi berdiri dan berkata, "Allahu Akbar. Diamnya Fatimah merupakan tanda kerelaannya."
Raja Henry Keempat Membebaskan Sekte Protestan
420 tahun yang lalu, tanggal 13 Agustus 1598, Raja Henry Keempat mengeluarkan sebuah perintah yang membebaskan mazhab Protestan secara penuh.
Perintah yang dinamakan perintah "Nantes" ini merupakan sebuah perintah penting dan bersejarah di Perancis. Namun, perintah "Nantes" ini kemudian dibatalkan oleh Raja Louis Ke-14 pada tahun 1685.
Mohammad Reza Memecat Doktor Mosaddegh
65 tahun yang lalu, tanggal 22 Mordad 1332 HS, Mohammad Reza, raja terakhir dari Dinasti Pahlevi di Iran, secara ilegal memecat Doktor Mosaddegh dari jabatan perdana menteri dan menggantikannya dengan Mayor Jenderal Zahedi.
Keputusan Reza Shah ini diambil atas desakan AS dan Inggris karena pemerintahan Mosaaddegh, dengan dukungan rakyat, telah menasionalisasi minyak Iran. Untuk menghindarkan diri dari dampak keputusannya itu, Reza Shah pergi ke utara Iran.
Setelah usaha penyingkiran Mosaddegh tersebut gagal, Shah kemudian melarikan diri ke Irak, lalu ke Italia. Namun, enam hari kemudian, AS dan Inggris mendalangi kudeta terhadap pemerintahan Mosaddegh. Setelah Mosaddegh tersingkir, Reza Shah kembali ke Iran untuk meneruskan pemerintahan despotiknya.