Aug 15, 2018 22:04 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 16 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Teolog Muslim Abu Ishaq Esfarayeni

1021 tahun yang lalu, tanggal 4 Dzulhijjah 418 HQ, Abu Ishaq Esfarayeni meninggal dunia dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di kota Esfarayen, Iran.

Abu Ishaq Esfaraheni yang lebih dikenal dengan Rukn al-Din al-Shafi'i merupakan ulama dan ilmuwan Iran yang memiliki pengetahuan mendalam tentang ushul fiqih, teologi dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Abu Ishaq mengajar di sekolah Neishabouri yang waktu itu menjadi pusat pendidikan ilmu-ilmu agama

Buku al-Jami' fi Ushul al-Din dan Nur al-‘Ain fi Masyhad al-Husein merupakan karya-karya ilmiah yang diwariskan beliau.

Sejarah

Soekarno dan Hatta Diculik

73 tahun yang lalu, tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke sebuah desa di sebelah utara Karawang yang bernama Rengasdengklok, Jawa Barat.

Peristiwa itu terjadi pada pukul 04.30 WIB. Pada waktu itu, Soekarno dan Hatta, tokoh-tokoh tua yang menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dibawa ke Rengasdengklok oleh golongan muda (Chairul Saleh dkk) yang menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang.

Pada tengah malam, mereka kemudian berangkat ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Yamamoto, dan malam harinya berkumpul di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Keesokan harinya, tepatnya pada 17 Agustus 1945, pernyataan proklamasi dikumandangkan.

Sukarno dan Hatta

Sayid Ali Khameni Terpilih Kembali Sebagai Presiden

33 tahun yang lalu, tanggal 25 Mordad 1364 HS, Sayid Ali Khamenei terpilih kembali sebagai Presiden Republik Islam Iran.

Pasca meninggalnya Syahid Rajai dan Syahid Bahonar pada tanggal 8 Shahrivar 1360 HS, atas dasar usulan sejumlah anggota pusat partai Jomhouri Eslami dan setelah mendapat izin Imam Khomeini ra, Ayatullah Khamenei menjadi kandidat presiden dari kalangan ulama dan lembaga-lembaga revolusi. Beliau terpilih dengan suara mayoritas dan menjadi presiden ketiga Iran.

Pada 25 Mordad 1364 HS untuk kedua kalinya atas perintah Imam beliau kembali menjadi kandidat presiden dan terpilih dengan suara mayoritas. Ayatullah Khamenei selama masa pemerintahannya melakukan pelbagai lawatan ke negara-negara seperti Suriah, Libya, Pakistan, India, Cina, Aljazair, Zimbabwe, Rumania, Korea Utara dan Amerika. Di Amerika beliau menyampaikan pidato bersejarah di sidang Majelis Umum PBB.

Akhirnya, Ayatullah Sayid Ali Khamenei di tahun terakhir masa kepresidenannya dan pasca wafatnya Imam Khomeini ra, beliau dipilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan sebagai Pemimpin Besar Revolusi Iran hingga sekarang beliau bertanggung jawab menuntun masyarakat Islam.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Presiden Iran