Lintasan Sejarah 17 Agustus 2018
Hari ini, Jumat tanggal 17 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Mordad 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Kelahiran Muhammad Al-Ghazali, Ilmuwan Mesir
104 tahun yang lalu, tanggal 5 Dzulhijjah 1335 HQ, Sheikh Muhammad al-Ghazali al-Saqqa dilahirkan di kampung Nakla al-‘Inab, provinsi Buhaira yang bertepatan dengan tanggal 22 September 1917 M.
Sheikh Muhammad al-Ghazali dibesarkan dalam kalangan keluarga yang berpegang teguh dengan ajaran agama. Ayahnya Ahmad al-Saqqa seorang pedagang kampung yang sangat mencintai Rasulullah Saw.
Setelah menyelesaikan sekolah menengahnya di Iskandariah, Sheikh Muhammad Ghazali melanjutkan pendidikannya di Universitas al-Azhar pada tahun 1937 di bidang dakwah dan bahasa Arab. Ia lulus dari al-Azhar pada tahun 1941 dan kemudian mengajar di sana. Beberapa tahun kemudian ia menerima gelar profesor dari al-Azhar dan sempat dianugerahkan Award Raja Faisal atas sumbangsihnya di bidang akademik dan dakwah.
Pemikiran al-Ghazali banyak persamaannya dengan corak pemikiran Sheikh Hasan al-Banna, pengasas gerakan Ikhwan al-Muslimin. Hal ini dikarenakan kedua tokoh ini punya hubungan yang erat.
Indonesia Merdeka
73 tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda.
Namun, karena Belanda tidak mengaku proklamasi ini, terjadilah perang kemerdekaan selama empat tahun. Pada tahun 1947, Belanda melakukan agresi militer pertama dan berhasil kembali menduduki sebagian wilayah Indonesia.
Pada bulan Januari tahun 1948, ditandatangani perjanjian gencatan senjata bernama "penjanjian Renville". Namun, bulan Desember tahun itu pula, kembali Belanda melakukan agresi kedua. Kemudian, atas tekanan PBB, di tahun 1949 Belanda bersedia menghentikan agresinya dan menyerahkan kedaulatan kepada bangsa Indonesia.
Tawanan Iran di Penjara Irak Mulai Kembali ke Tanah Air
28 tahun yang lalu, tanggal 26 Mordad 1369 HS, Republik Islam Iran menyaksikan kembalinya para tawanan Iran yang dibebaskan setelah bertahun-tahun mendekam di penjara-penjara menakutkan rezim Baath, Irak.
Sekaitan dengan kepulangan mereka, lembaga yang mengurusi mereka (Setad Residegi be Umur Azadegan), yang dibentuk pada 22 Mordad 1369, membebaskan juga tawanan Irak. Dengan bantuan lembaga-lembaga lain, lembaga yang mengurusi pembebasan tawanan Iran berhasil melakukan tukar menukar tawanan sebanyak 40 ribu tawanan, masing-masing dari Iran dan Irak.
Para tawanan Iran dengan keimanan yang teguh berhasil menghadapi segala tekanan dan siksaan badan selama di penjara. Mereka mampu membangun hubungan sosial, sekalipun ruang lingkupnya kecil di penampungan. Mereka menunjukkan kesabarannya dan ridha dengan takdir ilahi. Mereka disebut orang-orang bebas, karena berhasil membebaskan dirinya dari ikatan hawa nafsu.