Lintasan Sejarah 23 Agustus 2018
Hari ini, Kamis tanggal 23 Agustus 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Dzulhijjah 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Sina Wafat dan Hari Kedokteran
Tanggal 1 Shahrivar, diperingati di Iran sebagai Hari Kedokteran sebagai penghormatan hari meninggalnya Ibnu Sina.
Abu Ali Sina atau Ibnu Sina, seorang ilmuwan besar muslim terlahir ke dunia pada 3 Safar 370 HQ di kota Balkh. Ibnu Sina pada usia remaja telah menghapal al-Quran dan kemudian mempelajari ilmu teknik dan astronomi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina telah menguasai semua ilmu yang berkembang pada zaman itu. Meski menguasai sangat banyak bidang ilmu, Ibnu Sina paling terkenal atas kemampuannya di bidang kedokteran.
Atas keberhasilannya mengobati seorang raja Dinasti Samani, Ibnu Sina diizinkan untuk memanfaatkan perpustakaan besar yang dimiliki oleh raja tersebut. Ibnu Sina kemudian banyak melakukan penelitian di perpustakaan tersebut.
Karya-karya penulisan yang dihasilkan Ibnu Sina sedemikian hebatnya, sehingga menjadi rujukan bagi para ilmuwan di berbagai zaman dan berbagai tempat, termasuk di dunia Barat. Karya terkenal Ibnu Sina antara lain berjudul Syifaa, yang merupakan buku filsafat dan Qanun yang membahas tentang masalah kedokteran.
Ibnu sina meninggal dunia di kota Hamedan dan dimakamkan di kota itu pula di usia 58 tahun.
Pakta Praha Ditandatangani
152 tahun yang lalu, tanggal 23 Agustus 1866, ditandatangani Pakta Praha oleh dua negara yaitu Prusia dan Austria.
Pakta bersejarah yang ditandatangani di kota Praha ini dilakukan atas permintaan Austria yang kalah dari Prusia dalam Perang Autria-Prusia.
Dengan adanya pakta ini, persekutuan Jerman yang diketuai Austria dibubarkan. Berdasarkan Pakta Praha, sebagian wilayah Austria diserahkan kepada Jerman.
Wafatnya Mirza Jawad Maliki Tabrizi, Guru Besar Akhlak
53 tahun yang lalu, tanggal 11 Dzulhijjah 1344 HQ, Ayatullah Mirza Jawad Maliki Tabrizi, guru besar akhlak meninggal dunia dan dikuburkan di pekuburan Sheikhan di kota Qom.
Mirza Jawad Maliki Tabrizi yang dikenal dengan Mirza Jawad Agha anak Mirza Syafi' adalah seorang arif sempurna dan ahli fiqih. Beliau dilahirkan di kota Tabriz, Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat pertama dan menengah, beliau kemudian pergi ke kota Najaf, Irak. Di sana Mirza Jawad Agha belajar pada guru-guru besar Hauzah Ilmiah Najaf seperti Agha Reza Hamedani, Akhond Khorasani, Muhaddits Nuri dan Akhond Hamedani.
Pada 1320 HQ, Mirza Jawad Maliki kembali ke Iran dan menetap di Tabriz. Pada puncak-puncaknya peristiwa Revolusi Konstitusi di Iran, beliau pindah ke kota Qom. Beliau juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti "Asrar al-Shalah", "al-Muraqabaat", "A'mal al-Sanah", "Risalah Fiqih" dan "Risalah Liqa-u Allah".