Sep 13, 2018 09:26 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 13 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Muharam 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Rasulullah Mengirim Surat Kepada Raja-Raja

1432 tahun yang lalu, tanggal 3 Muharam 7 HQ, Rasulullah Saw mulai mengirimkan sejumlah surat kepada raja-raja di berbagai penjuru dunia untuk mengajak mereka memeluk agama Islam.

Sejarawan mencatat, jumlah surat yang dikirim Rasulullah itu antara 12 hingga 26 surat, di antaranya dikirimkan kepada Raja Roma, Iran, Habasyah, Bahrain, dan Yaman.

Pengiriman surat ini menunjukkan bahwa cara penyebaran ajaran Islam adalah dengan menggunakan logika, penjelasan, dan argumentasi, bukan dengan pedang. Beberapa tahun setelah pengiriman surat tersebut, Islam menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Nabi Muhammad Saw

RA Kartini Wafat

114 tahun yang lalu, tanggal 13 September 1904, RA Kartini meninggal dunia.

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Pada masa itu, wanita Indonesia belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal, termasuk dalam mengenyam pendidikan. Itu berlaku pula bagi Kartini. Dia hanya diperbolehkan bersekolah sampai tingkat sekolah dasar. Di tempat kelahirannya, seorang wanita yang telah menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.

Door Duistermis tox Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat RA Kartini kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Mengingat besarnya jasa Kartini, dikeluarkanlah Keppres RI No 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, pada 21 April, sebagai Hari Kartini.

Sejarah

Ayatullah Mirza Ibrahim Khui Gugur Syahid

110 tahun yang lalu, tanggal 22 Shahrivar 1287 HS, Ayatullah Haji Mirza Ibrahim Khui gugur syahid dalam peristiwa Revolusi Konstitusi pada usia 76 tahun di kota kelahirannya dan dikuburkan di Najaf, Irak.

Ayatullah Haji Mirza Ibrahim bin Hossein Khui yang lebih dikenal dengan Allamah Khui lahir di kota Khui sekitar tahun 1210 HS. Setelah mempelajari pendidikan agama tingkat dasar dan menengah, beliau kemudian pergi ke kota Najaf, Irak untuk melanjutkan pendidikannya.

Di Najaf, beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Syeikh Murtadha Anshari dan Sayid Hossein Kouh Kamareh-i sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Allamah Khui juga belajar kepada guru-guru besar lainnya seperti Syeikh Muhammad Husein Kazhimi dan Syeikh Mahdi Najafi Kasyif al-Ghita.

Ulama besar ini meninggalkan karya ilmiah seperti catatan pinggir atas Rasail karya Syeikh Anshari, Syarah Nahjul Balaghah "ad-Durrah an-Najafiah" serta Syarah Arbain Haditsa.

Ayatullah Haji Mirza Ibrahim Khui