Sep 16, 2018 09:19 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 16 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Muharam 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Sayid Razi, Penyusun Nahjul Balaghah

1033 tahun yang lalu, tanggal 6 Muharram 406 HQ, Sayid Muhammad Husain Musawi Baghdadi, yang terkenal dengan nama Sayid Razi, seorang cendikiawam besar muslim, meninggal dunia pada usianya ke 47 tahun.

Sejak masa kanak-kanak, Sayid Razi telah mulai menuntut ilmu dari ulama-ulama besar zaman itu, di antaranya Syeikh Mufid. Dalam usia yang masih muda, Sayid Razi telah berhasil mengusai ilmu-ilmu yang berkembang saat itu dan beliau kemudian mulai menyusun buku, di antaranya berjudul "Haqayiqut-Tanzil" dan "Mujazaatul Quran".

Karya beliau yang terpenting adalah penyusunan kitab Nahjul Balaghah yang berupa kumpulan, khutbah, surat, doa, dan wasiat Imam Ali as.

Kuburan Sayid Muhammad Husain Musawi Baghdadi

Umar Mukhtar Dihukum Gantung

87 tahun yang lalu, tanggal 16 September 1931, Umar Mukhtar, pemimpin perjuangan bangsa Libya dalam melawan penjajahan Italia, dihukum gantung.

Umar Mukhtar dilahirkan pada tahun 1859 dan merupakan seorang alim agama. Pada tahun 1895, Umar Mukhtar pergi ke Sudan dan ikut serta dalam kebangkitan Mahdi Sudani melawan penjajahan Inggris. Setelah kekalahan perjuangan Madhi Sudani, Mukhtar kembali ke Libya.

Pada tahun 1911, Italia dengan tujuan untuk menguasai Libya berperang dengan Utsmani dan meraih kemenangan. Umar Mukhtar dengan dukungan kabilah-kabilah Lybia melakukan perlawanan terhadap Italia dan menjatuhkan banyak korban di pihak lawan. Akhirnya, Italia dengan mengerahkan pasukan yang sangat banyak dan senjata canggih, mengepung Umar Mukhtar dan pasukannya. Umar Mukhtar pun kemudian tertangkap dan dihukum gantung.

Umar Mukhtar

Allamah Sayid Murtadha Askari Wafat

11 tahun yang lalu, tanggal 25 Shahrivar 1386 HS, Allamah Sayid Murtadha Askari meninggal dunia dalam usia 98 tahun di rumah sakit Milad, Tehran.

Sejak berusia 10 tahun Allamah Askari telah memasuki hauzah ilmiah dan mempelajari tingkat awal dan menengah di kota kelahirannya. Pada 1310 HS di masa Marjaiyah Ayatullah al-Udzma Hairi Yazdi di Qom, beliau pergi ke kota Qom dan mempelajari pelajaran tingkat menengah. Setelah itu Allamah Askari kembali ke kota Samarra dan melanjutkan buku Kifayah al-Ushul, kemudian fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid di kota itu.

Allamah Sayid Murtadha Askari memiliki metode baru dalam melakukan penelitian atas pelbagai masalah Islam atau dapat dikata pada dasarnya metode yang dilakukann beliau merupakan cara baru dalam menjelaskan Syiah dan membelanya.

Contoh pertama penelitian beliau adalah buku Abdullah bin Saba wa Asathir Ukhra yang diterbitkan pada 1375 HQ. Setelah buku itu beliau menulis Khamsuuna wa Miah Shahabi Mukhtaliq (150 Sahabat Palsu) dalam tiga jilid, Maalim al-Madrasatain dalam 3 jilid dan al-Quran wa Riwayaat Madrasatain dalam 3 jilid.

Allamah Sayid Murtadha Askari