Lintasan Sejarah 22 September 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 22 September 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Muharam 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Shahrivar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Tawanan Karbala Tiba di Kufah
1378 tahun yang lalu, tanggal 12 Muharam 61 HQ, setelah Imam Husein dan para pejuang Karbala gugur syahid, para anggota kafilah yang tersisa, yaitu kaum perempuan, anak-anak, dan Imam Ali Zainal Abidin, yang saat itu tengah sakit parah, digiring oleh pasukan Yazid ke kota Kufah.
Selain sebelumnya Ubaidillah bin Ziyad telah melakukan propaganda salah untuk menentang Imam Husein as dan para keturunannya, dan memperkenalkan beliau sebagai orang asing, kini ia juga mendorong rakyat Kufah untuk hadir dalam pesta perayaan kemenangan.
Rakyat Kufah yang gembira atas kemenangan ini berdatangan ke lorong-lorong dan pasar untuk melihat para tawanan. Namun tiba-tiba kegembiraan sebagian besar dari mereka yang memiliki sedikit cahaya keimanan di dalam kalbu berubah menjadi api kebencian dan kesedihan saat mendengar pidato Imam Sajjad as dan bibinya, Zainab Kubra as yang mencerahkan.
Pemimpin Kerajaan Zulu Dibunuh
190 tahun yang lalu, tanggal 22 September 1828, Shaka, pemimpin kabilah dan pendiri kerajaan Zulu di Afrika Selatan, tewas dibunuh oleh saudara tirinya.
Shaka memegang tampuk kepemimpinan kabilah Zulu sejak tahun 1815 dan sejak itu, wilayah kekuasaan kerajaan ini kian meluas.
Sejak tahun 1830 hingga 1839, rakyat Zulu berperang melawan orang-orang "Boer" atau para imigran Belanda. Pada tahun 1880, Zulu dikalahkan oleh imperialis Inggris dan wilayah kekuasaan kerajaan Zulu dipecah-pecah. Kini, kabilah Zulu merupakan golongan minoritas yang kuat di Afrika Selatan.
Presiden Ayatullah Ali Khamenei Berpidato di PBB
31 tahun yang lalu, tanggal 31 Shahrivar 1366 HS, Presiden Ayatullah Ali Khamenei menyampaikan pidato di markas PBB.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Presiden Republik Islam Iran waktu itu ikut dalam Sidang Umum PBB Ke-42. Dalam sidang ke-42 itu, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan pidato bersejarahnya pada 31 Shahrivar 1366 HS. Dalam pidatonya beliau menyampaikan pandangan Republik Islam Iran terkait pelbagai masalah dan mengritik keras kinerja pemerintah Amerika yang berkhianat terhadap bangsa Iran selama setengah abad lalu, khususnya pasca kemenangan Revolusi Islam Iran.
Dalam pidatonya beliau juga menjelaskan sebab dan tujuan rezim Baath, Irak untuk memulai perang dan melakukan kejahatan yang tak terbilang. Rezim Baath disebut melakukan perilaku anti kemanusiaan dan membantai rakyat tidak berdosa Iran.
Pidato bersejarah Ayatullah Sayid Ali Khamenei di PBB itu sangat berperan penting dalam menggagalkan propaganda busuk musuh terhadap Republik Islam Iran, sekaligus mencerahkan opini dunia akan masalah yang sebenarnya terjadi.