Nov 03, 2018 15:27 Asia/Jakarta

Pada pertemuan yang lalu, kita sudah menyimak percakapan antara Muhammad dan Ibu Nasrin Ne’mati tentang olahraga mendaki gunung. Muhammad dan teman-temannya kembali terlibat dalam pembicaraan yang hangat. Topik yang mereka bicarakan adalah cabang olahraga beladiri dan keksatriaan atau yang disebut dalam bahasa Persia dengan kata ‘Pahlawani’.

Kata pahlawan dalam bahasa Persia sulit diterjemahkan ke bahasa lain. Pahlawan yaitu seorang olahragawan yang unggul di arena pertandingan dan dikenal memiliki sifat-sifat mulia di tengah masyarakat. Seorang pahlawan tak akan menggunakan gelar juara yang disandangnya untuk meraih kesenangan duniawi. Sebab yang menjadi panutan seorang pahlawan adalah sosok mulia Ali bin Abi Thalib (as).

Di Iran, seorang jawara di medan laga akan semakin terhormat jika dia juga seorang pahlawan. Dalam menjelaskan soal pahlawan, kita terkadang akan menggunakan kata ksatria.

Kita simak terlebih dahulu beberapa kosa kata berikut ini:

Qahraman

قهرمان Juara

Pahlawan

پهلوان Pahlawan/juara

Pahlavanan

پهلوانان Para juara/ksatria

Budan

بودن Ada

Khoub

خوب Baik

Mohem

مهم Penting

Mohemtar

مهم تر Lebih penting

In du

این دو Dua hal ini

Tavavot

تفاوت Perbedaan

Anha darand

آنها دارند Mereka punya

Kesi

کسی Orang/siapa

Ke

که Yang

Mosabegheh

مسابقه Pertandingan

Varzesh

ورزش Olahraga

Varzeshi

ورزشی Sifat olahraga

Behtar

بهتر Lebih baik

Behtarin

بهترین Terbaik

Rutbeh

رتبه Peringkat

U migirad

او می گیرد Dia mengambil

Yani che?

یعنی چه Artinya apa?

Sefat

صفت Sifat

Sefaat

صفات Sifat-sifat

Akhlak

اخلاق Akhlak

Akhlaki

اخلاقی Akhlaki

Arasteh

آراسته Terhiasi

U arasteh ast

او آراسته است Dia terhiasi

Pas

پس Setelah/jadi

Faratar

فراتر Lebih tinggi

Varzeshkar

ورزشکار Olahragawan

Dorost ast?

درست است؟ Benarkah?

Ensan

انسان Manusia

Shayesteh

شایسته Layak

Javanmard

جوانمرد Ksatria

Mardom

مردم Rakyat

U komak mikonad

او کمک می کند Dia membantu

Che kesani?

چه کسانی؟ Siapa saja?

Purya Vali

پریا ولی Purya Vali

Takhti

تختی Takhti

Zendeh

زنده Hidup

Sal-ha

سال ها Bertahun-tahun

Mordeh

مرده Mati

U Mordeh

او مرده Dia mati

Hameh

همه Semua

Khoubi

خوبی Kebaikan

Anha Sohbat mikonand

آنها صحبت می کنند Mereka berbicara

Che reshteh-i?

چه رشته ای؟ Cabang apa?

U varzesh mikard

او ورزش می کرد Dia berolahraga

Asil

اصلی Asil

Kushti

کشتی Gulat

Kushtigir

کشتیگیر Pegulat

Kheili

خیلی Sangat

Hastand

هستند Mereka ada

 

Kini mari kita simak percakapan Muhammad dan rekan-rekannya di ruang olahraga.

Said

Menjadi juara tentu baik. Tapi yang lebih penting adalah menjadi pahlawan (ksatria).

Muhammad

Apa perbedaan antara keduanya?

Said

Juara adalah orang yang meraih peringkat tertinggi dalam pertandingan olahraga.

Muhammad

[Lalu] apa artinya pahlawan?

Said

Pahlawan adalah gelar untuk menyebut seorang juara olahraga yang terhiasai dengan sifat-sifat akhlak yang mulia.

Muhammad

Jadi, [kedudukan] pahlawan lebih tinggi dibanding seorang olahragawan? Benar?

Said

Iya. Pahlawan adalah sosok manusia yang cakap dan ksatria, orang yang selalu menolong rakyat.

Muhammad

Siapakah para pahlawan Iran?

Said

Purya Vali dan Takhti termasuk pahlawan.

Muhammad

Purya Vali masih hidup?

Said

Tidak. Dia sudah meninggal sejak lama. Tapi semua orang selalu membicarakan kebaikannya.

Muhammad

Cabang olahraga apa yang digeluti oleh Purya Vali?

Said

Dia seorang pegulat. Gulat adalah olahraga tradisional asli Iran dan banyak pahlawan Iran yang juga pegulat.

 

Coba kita simak lagi percakapan antara Muhammad dan Said:

[dialog]

Lebih lanjut, Said bercerita tentang Purya Vali yang hidup di abar ketujuh dan permulaan abad delapan Hijriah di daerah Khwarazm. Daerah ini dulu menjadi bagian dari Iran kuno dan saat ini berada di dalam wilayah Turkmenistan. Purya Vali adalah pegulat yang tak pernah kalah. Dia dikenal dengan sifat-sifatnya yang terpuji, sangat penyayang dan suka menolong rakyat kecil.

Suatu malam dia duduk di masjid untuk melaksanakan shalat dan berdoa kepada Allah, sebab esok hari dia akan terjun di arena pertandingan melawat seorng pegulat muda. Di salah satu sudut masjid, dia melihat seorang wanita tua dan buta sedang duduk menangis sambil memanjatkan doa. Purya Vali mendekati wanita tua itu dan bertanya, “Ibu, apa yang membuatmu menangis?”

Wanita tua itu menjawab, “Besok anakku akan bertanding melawan pegulat tangguh. Aku khawatir dia akan kalah. Aku sangat berharap besok anakku lah yang memenangi pertandingan.”

Purya Vali diam tanpa berkata apa-apa. Dia tenggelam dalam pikiran. Esok harinya di arena gulat, dia menyaksikan wanita tua itu datang dan bergabung bersama masyarakat umum untuk menonton pertandingan. Di tengah arena, Purya Vali bertanding dengan mengupayakan lawannya keluar sebagai pemenang.

Purya Vali memegang kuat prinsip bahwa pemenang hakiki adalah orang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya. Meski bisa mengalahkan lawannya dengan mudah, dia memilih untuk menyenangkan hati wanita tua itu. Di Iran banyak pegulat yang memiliki sifat-sifat mulia kepahlawanan. Karena itu olahraga ini di Iran dipandang mulia dan lebih dari sekedar olahraga beladiri.