Lintasan Sejarah 20 Maret 2016
Hari ini, Ahad tanggal 20 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Attar Neishabouri Tewas
819 tahun yang lalu, tanggal 10 Jumadil Tsani tahun 618 Hq, Fariruddin Attar Neishabouri, penyair dan sufi terkenal Iran tewas oleh pasukan Mongol yang menyerang kawasan Iran. Attar terlahir ke dunia sekitar tahun 540 hijriah. Setelah ayahandanya meninggal dunia, Attar meneruskan profesi ayahnya sebagai penjual obat-obatan.
Kecerdasaan Attar membuatnya mampu menjadi seorang dokter hanya dengan mempelajari secara otodidak masalah obat-obatan yang dijualnya. Kekayaan dari hasil menjual obat-obatan dan kemahirannya sebagai dokter membuatnya menjadi orang yang berkecukupan. Akan tetapi, dalam sebuah fase kehidupannya, Attar mengalami perubahan kondisi kejiwaan secara revolutif.
Untuk itulah ia kemudian meninggalkan profesi dan segala kehidupan duniawinya. Attar kemudian melakukan perjalanan jauh. Dari Mekah yang berada Jazirah Arab, ia kemudian menyusuri kawasan Ma Wara'an Nahr. Sepanjang perjalanannya tersebut, Attar bertemu dengan sejumlah ‘urafa terkenal zaman itu.
Segala yang dijumpai sepanjang perjalanan itu ia tuangkan ke dalam tulisan-tulisan yang memiliki makna mendalam serta nilai kesusatraan yang sangat tinggi. Karya paling terkenal Attar adalah kitab syair berjudul "Mantiquth Thayr". Selain itu, karya Aththar yang lainnya adalah "Tadzkiratul Awliya", "Ilahi Name", "Asrar Name", dan "Mushibat Name".
VOC Berdiri
414 tahun yang lalu, tanggal 20 Maret 1602 Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) didirikan. VOC merupakan perusahaan Belanda yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia.
Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham. Sebenarnya, VOC hanya sebuah badan dagang. Namun, badan ini istimewa karena didukung negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa.
Di masa itu terjadi persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Prancis, dan Belanda untuk memperebutkan hegemoni perdagangan di Asia Timur.
Untuk menghadapi masalah itu, oleh Staaten Generaal di Belanda VOC diberi wewenang memiliki tentara yang harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak atas nama pemerintah Belanda untuk membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara.
Wewenang itulah yang mengakibatkan VOC dapat bertindak seperti layaknya negara. Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer, kompeni atau kumpeni. Istilah itu diambil dari kata compagnie, nama lengkap perusahaan tersebut dalam bahasa Belanda.
Perubahan Bulan Hijriah Qamariah Menjadi Syamsiah
81 tahun yang lalu, tanggal 1 Farvardin 1314 Hs, Iran mengubah penanggalan Hijriah Qamariah menjadi Hijriah Syamsiah.
Hijrah Nabi Muhammad Saw dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 menjadi dasar tahun Hijriah Qamariah. Tahun dan bulan Hijriah Qamariah menjadi dasar penanggalan resmi di Iran hingga tahun 1344 Hq. Pada tahun itu yang bertepatan dengan 1304 tahun syamsiah dari hijrah Nabi Muhammad Saw, Iran mengubah penanggalannya dari Hijriah Qamariah menjadi Hijriah Syamsiah.
Sebelumnya, pemerintah Iran mengusulkan rancangan undang-undang kepada parlemen agar penanggalan Hijriah Syamsiah menjadi penanggalan resmi Iran. Pada 1 Farvardin 1304 (21 Maret 1925), parlemen Iran meratifikasi RUU tersebut menjadi UU. Sesuai dengan ratifikasi itu, seluruh kantor pemerintah berkewajiban untuk menggunakan bulan Syamsiah dalam aktivitasnya.
Namun sepuluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1314 Hs, Reza Shah Pahlevi yang menerapkan kebijakan memusuhi Islam, hanya menyusun bulan-bulan Syamsiah dan melarang penggunaan bulan-bulan Qamariah.
Iran Ubah Qiran ke Riyal Sebagai Mata Uang Resmi
84 tahun yang lalu, tanggal 1 Farvardin 1311 Hs, Iran menjadikan Riyal sebagai mata uang resmi.
Di Iran hingga tahun 1268 HS (1889 M) ketika Inggris mendirikan Bank Shahanshahi, mata uang yang dipakai berupa uang logam perak dan emas. Pada tahun itu, sesuai dengan perjanjian yang dilakukan, Bank Shahanshahi merupakan satu-satunya pihak yang berhak mencetak uang kertas dan menyebarkannya di seluruh Iran.
Setahun setelah pendirian Bank Shahanshahi, untuk pertama kalinya dicetak uang kertas baru dengan tanda singa dan matahari dengan gambar Naseruddin, Raja Qajar dengan menyertakan nilainya. Secara keseluruhan bank ini mencetak uang kertas di Iran selama 40 tahun, hingga pada 23 Ordibehesht 1309 HS hak percetakan uang kertas dicabut dari bank ini dan diberikan kepada Bank Melli Iran.
Akhirnya, dua tahun kemudian bersamaan dengan awal tahun 1311 HS, mata uang Iran yang semulanya Qiran digantikan Riyal. Sejak saat itu Bank Melli Iran mencetak dan menyebarkan uang riyal ke seluruh Iran dan menjadi alat tukar resmi. Uang kertas pertama Bank Melli Iran yang dicetak dengan nilai nominal 5, 10, 20, 50, 100, 500 dan 1000 riyal.