Apr 23, 2016 14:52 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 22 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Pertama Kalinya Umat Islam Memakai Uang Logam

1363 tahun yang lalu, tanggal 12 Jumadil Tsani 74 Hq, untuk pertama kalinya uang logam berbahasa Arab dibuat di Damaskus.

Hingga masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, Khalifah dari Bani Umayah, uang logam yang dipakai oleh umat Islam adalah uang logam Romawi atau Iran. Jurji Zaydan dalam buku History of Islamic Civilization menyebut Abdul Malik bin Marwan mengubah uang logam Rowami ke Arab, namun ketika Raja Romawi mengetahui rencana itu, ia mengancam akan menuliskan hinaan kepada Nabi Muhammad Saw dalam uang logam yang mereka cetak. Abdul Malik ketakutan dengan ancaman itu dan mencari solusi dari para tokoh Islam waktu itu. Seorang dari mereka mengusulkan agar meminta pendapat dari Imam Muhammad al-Baqir as.

Sekalipun Abdul Malik keberatan, ia terpaksa mengundang Imam Baqir as dari Madinah ke Damaskus. Setelah sampai di Damaskus, Abdul Malik menyampaikan masalah yang dihadapinya.

Imam Baqir as dengan segera berkata, “Kumpulkan para ahli lalu membuat cetakan dan melebur perak dan emas lalu dituangkan dalam cetakan tersebut di mana kedua bagiannya ditulis kalimat Tauhid dan nama Muhammad Rasulullah, sementara di sekelilingnya ditulis tanggal dan nama kota pembuatan. Berat uang dirham 10 mitsqal dan uang dinar 7 mitsqal.” Abdul Malik melaksanakan apa yang disampaikan Imam Baqir as dan setelah itu memerintahkan untuk menggunakan uang logam Islam ini di seluruh negara Islam.

Abdul Hasan meninggal dunia

794 tahun yang l alu, tanggal 12 Jumadil Tsani 643 H, Abul-Hasan Ali bin Abdus-Shamad, seorang fakih, ahli bahasa, dan mufassir anad ke-7, meninggal dunia. Ia dilahirkan di Sakha, sebuah wilyah di Mesir. Karena itulah, ia pun terkenal dengan sebutan Sakhawi.

Abul-Hasan berhijrah ke Syam untuk memperdalam ilmu pengetahuannya dan tinggal di Damaskus. Masa hidupnya yang aktif, menghasilkan banyak karya di bidang tajwid, Ushuluddin dan Hadis. Beberapa buku seperti Jawahir dan Safarus-Sa'adah merupakan beberapa contoh karya beliau.

Ellen Glasgow Lahir

 

143 tahun yang lalu, tanggal 22 Maret 1873, Ellen Anderson Glasgow, seorang novelis terkenal AS, terlahir ke dunia di Virginia. Sejak masa mudanya, Ellen telah meminati bidang filsafat dan sastra Inggris. Pada usia 24 tahun, ia telah menerbitkan novel pertamanya yang berjudul The Descendant.

 

Sepanjang hidupnya, Ellen Glasgow menerbitkan 20 novel, sebuah kumpulan puisi, sebuah kumpulan cerita, dan sebuah buku kritik sastra. Kepopuleran Glasgow terlihat dari keberhasilannya menjadi best-seller selama lima kali. Pada tahun 1942, ia menerima hadiah penghargaan sastra Pulitzer, atas karya novel terakhirnya berjudul In This Our Life.

Pendirian Hauzah Ilmiah Qom

94 tahun yang lalu, tanggal 3 Farvardin 1301 Hs, Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi mendirikan Hauzah Ilmiah Qom.

Pemikiran didirikannya Hauzah Ilmiah Qom memiliki akar dalam riwayat para Maksumin as, khususnya Imam Shadiq as. Selama berabad-abad, janji para Imam Syiah senantiasa dinukil dari satu lisan ke lisan yang lain dan berada dalam benak pengikut Syiah.

Akhirnya, pada bulan Farvardin 1301 HS dilakukan pertemuan ulama qom dengan Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi yang membicarakan soal pendirian Hauzah Ilmiah Qom. Setelah melalui pembahasan panjang, didirikanlah Hauzah Ilmiah Qom dengan dukungan ulama, pedagang dan masyarakat oleh Ayatullah Hairi Yazdi.

Hauzah Ilmiah Qom sejak didirikan hingga sekarang semakin populer dan penting. Hauzah Qom mampu membuka cakrawala baru pemikiran Islam, hingga ke seluruh dunia. Selain mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, Hauzah Ilmiah Qom juga menjawab pelbagai masalah sosial, budaya dan pemikiran. Hauzah Ilmiah Qom selama ini telah melahirkan banyak ilmuwan dan ulama serta berhasil mendidik para pecinta ilmu-ilmu keislaman.

Imam Khomeini Buat Pernyataan Soal Penyerangan Madrasah Feizieh

53 tahun yang lalu, tanggal 3 Farvardin 1342 Hs, Imam Khomeini ra mengeluarkan pernyataan historis soal penyerangan madrasah Feizieh.

Sore hari setelah pasukan keamanan rezim Pahlevi menyerang madrasah Feizieh Qom, rumah Imam Khomeini ra menjadi tempat pertemuan rakyat dan ulama. Setelah mendapat informasi mengenai serangan ke madrasah Feizieh, Imam Khomeini ra mengeluarkan pernyataan yang membongkar kedok rezim Shah dan mengajak rakyat untuk turun ke jalan melakukan demonstrasi.

Dalam pernyataan beliau menyebutkan, "Dalam kondisi saat ini taqiyah hukumnya haram dan menyatakan kebenaran wajib hukumnya, apapun akibatnya, dan apa yang akan terjadi tidak lagi penting." Dalam pernyataan ini Imam Khomeini ra menyebut siapa saja yang pro Shah maka ia sama dengan seorang penjarah dan berusaha menghancurkan al-Quran dan Islam.