Lintasan Sejarah 23 Maret 2016
Hari ini, Rabu tanggal 23 Maret 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Jumadil Tsani 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ummul Banin, Istri Imam Ali as Wafat
1373 tahun yang lalu, tanggal 13 Jumadil Tsani 64 Hq, Ummul Banin, istri Imam Ali as meninggal dunia tiga tahun pasca peristiwa Karbala dan dimakamkan di Madinah.
Setelah bertahun-tahun ditinggal oleh istrinya, Sayidah Fathimah az-Zahra as, Imam Ali as menikah dengan Fathimah Kilabiyah, lewat usulan saudaranya, Aqil yang merupakan ahli nasab yang mengetahui dengan baik keturunan Arab. Dari Fathimah Kilabiyah ini, Imam Ali as dikaruniai empat orang anak laki-laki; Abbas, Jakfar, Abdullah dan Utsman. Karena melahirkan empat orang anak laki-laki, akhirnya Fathimah Kilabiyah dijuluki Ummul Banin yang berarti ibu dari anak-anak laki.
Keempat anaknya mereguk cawan syahadah dalam peristiwa Karbala, dan ibu mereka tampak tegar dan sabar menghadapi cobaan ini.
Ketika beliau mendapat informasi tentang peristiwa Asyura, beliau membawa Ubaidullah, anak Abbas ke kuburan Baqi' dan membacakan puisi memuji anak-anaknya. Rakyat Madinah yang mendengarkan puisi yang dibacakan Ummum Banin berkumpul di Baqi' dan menangis bersama beliau.
Muhaqqiq Al-Hilli Wafat
761 tahun yang lalu, tanggal 13 Jumadil Tsani 676 Hq, Ja’far bin Hasan yang lebih dikenal dengan Muhaqqiq al-Hilli meninggal dunia dalam usia 74 tahun dan dimakamkan di kota Hillah.
Muhaqqiq al-Hilli lahir pada 602 Hq di kota Hillah, Irak. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaan di kota kelahirannya, beliau kemudian belajar kepada guru-guru besar seperti Allamah al-Hilli, Ibnu Dawud al-Hilli, Sayid Bin Thawus dan lain-lain sehingga mencapai derajat keilmuwan yang tinggi.
Pasca serangan tentara Mongolia ke Iran, Hauzah Ilmiah Baghdad rusak parah dan Muhaqqiq al-Hilli berusaha menghidupkan Hauzah Hillah. Beliau banyak menulis karya-karya ilmiah seperti Syara’i al-Islam yang menjadi buku referensi fiqih argumentasi.
Pierre-Simon de Laplace, Astronom Perancis Lahir
267 tahun yang lalu, tanggal 23 Maret 1749, Pierre-Simon, Marquis de Laplace lahir ke dunia dan meninggal pada 5 Maret 1827 dalam usia 77 tahun.
Ia seorang ahli matematika dan astronom Perancis yang mengemukakan teori bahwa bumi jutaan tahun yang lalu terpisah dari matahari dan secara bertahap kulit luarnya mengering dan mengeras. Pada tahun 1773, di depan Akademi Perancis, dia membuktikan bahwa gerakan planet-planet adalah stabil.
Penemuan Laplace lainnya adalah di bidang integral kalkulus, diferensial terbatas, persamaan diferensial, dan astronomi. Ia menemukan Mekanika selestial, Ekuasi Laplace, Operator Laplace dan Transformasi Laplace. Suatu ketika Napoleon Bonaparte bertanya kepada Laplace tentang peran tuhan yang tidak disinggung dalam karyanya, Laplace menjawab dengan tegas bahwa peran Tuhan tidak diperlukan dalam keteraturan alam raya ini.
Ayatullah Sayid Ali Borghei Wafat
42 tahun yang lalu, tanggal 4 Farvardin 1353 Hs, Ayatullah Borghei meninggal dunia dalam usia 93 tahun.
Ayatullah Sayid Ali Borghei Razavi Qommi lahir dari keluarga Sadat Borghei di Qom pada 1260 Hs. Beliau menyelesaikan studi tingkat pertama dan menengah hauzah di Qom dan setelah itu berguru pada Ayatullah Mohammad Arbab, Sheik Abol Qassem Kabir Qommi dan Sheikh Abdolkareem Hairi .
Ayatullah Sayid Ali Borghei kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak dan berguru pada Ayatullah Sayid Abu al-Husein Isfahani dan Mirza Naini yang mengantarkannya meraih derajat tinggi keilmuan. Setelah itu beliau kembali ke Iran dan menetap di Tehran sambil mengajar, menulis dan membimbing rakyat.
Dari ulama besar ini banyak karya ilmiah yang ditinggalkannya seperti Elahi Nameh, Buthun Khamsun, Falsafah Shadat dan kumpulan syair.
Syahadah Ayatullah Ali Asghar Ahmadi Shahroudi
24 tahun yang lalu, tanggal 4 Farvardin 1371 Hs, Ayatullah Ali Asgar Ahmadi Shahroudi gugur syahid.
Ayatullah Shahroudi saat melakukanziarah ke makam suci Imam Ali as, beliau dibunuh oleh anasir Baath Irak dan mereguk cawan syahadah di usia 69 tahun. Jenazahnya tetap di tempat pembunuhannya selama tiga hari, sampai seorang ulama menggunakan pakaian rakyat biasa mengambil jasadnya lalu menguburkannya.
Ayatullah Sheikh Ali Asghar Ahmadi Shahroudi lahir pada 1302 HS di daerah sekitar Shahroud dan memulai pendidikan dasarnya dari tempat kelahirannya.
Beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Hauzah Ilmiah Qom pada usia 16 tahun. Di sana beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i dan Sayid Mohammad Mohaghegh Damad. Ayatullah Ahmadi juga sempat menimba ilmu Ushul Fiqih bersama Imam Khomeini ra. Beliau juga belajar kepada Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi di kota Boroujerd.
Ayatullah Ahmadi kemudian melanjutkan pendidikannya di kota Najaf al-Ashraf dan belajar kepada ulama Najaf seperti Ayatullah Akhound Mohammad Kazem Khorasani, Sayid Mohsen al-Hakim dan Sayid Abul Qasim Khui.