Lintasan Sejarah 10 Juli 2019
Hari ini, Rabu, 10 Juli 2019 bertepatan dengan 7 Zulkaidah 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Tir 1398 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Abul Hasan Laib Tutup Usia
1001 tahun yang lalu, tanggal 7 Dzulqadah 439 HQ, Abul Hasan Laib, seorang ahli hadis terkenal meninggal dunia.
Ahli hadis ini memiliki pusat pengajaran yang pengaruhnya cukup luas, sehingga banyak ilmuwan Arab yang menimba ilmu darinya.
Di antara ulama yang yang menuntut ilmu dari Abul Hasan Laib adalah Khatib Baghdadi, seorang ahli sejarah terkenal. Oleh karena itulah dalam karya-karyanya, Khatib Baghdadi banyak menyebut jasa-jasa Abul Ahsan Laib.
Battle of Britain Dimulai
79 tahun yang lalu, tanggal 10 Juli 1940, Nazi Jerman memulai serangan udara ke Inggris.
Dikenal dengan nama Battle of Britain, kampanye militer Nazi yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan itu akhirnya gagal setelah Inggris memberi perlawanan sengit. Battle of Britain ini merupakan salah satu laga besar dalam Perang Dunia Kedua. Saat itu, setelah sukses menguasai bagian barat dan tengah Eropa Daratan, Adolf Hitler memerintahkan Nazi Jerman menggempur Inggris.
Ini merupakan kampanye militer yang tidak mudah, mengingat Inggris terpisah dari Eropa Daratan oleh Selat English Channel. Itu sebabnya Nazi harus terlebih dulu mengerahkan pesawat-pesawat tempur dan pengebom untuk membombardir posisi-posisi militer Inggris sebelum mengirim tentara menyeberangi selat.
Pada 10 Juli 1940, 120 pesawat tempur dan pengebom Jerman bergerak ke Inggris. Sasaran pertama yang mereka hancurkan adalah konvoi kapal Inggris di English Channel.
Jerman kemudian mengerahkan 70 pesawat pengebom tambahan untuk menggempur basis kapal laut Inggris di South Wales. Mereka terus memperbanyak armada pesawat untuk mengebom kota-kota Inggris. Bahkan bom dari pesawat Jerman ada yang meledak di halaman Istana Buckingham London, yang merupakan kediaman Raja George VI dan keluarga. Namun Raja dan keluarganya tidak terluka.
Kendati kalah jumlah pesawat dari Jerman--yaitu 600 banding 1.300 unit--Inggris punya beberapa keuntungan, memiliki sistem radar yang efektif sehingga bisa mengantisipasi serangan udara Jerman. Inggris juga punya pesawat-pesawat tempur yang lebih berkualitas, salah satunya Spitfire, sehingga mampu menembak jatuh banyak pesawat tempur andalan Jerman, ME109.
Tanpa disertai kemampuan pesawat yang memadai beserta strategi dan intelijen yang buruk, Hitler gagal menguasai Inggris. Battle of Britain berakhir pada 31 Oktober 1940 dan Nazi batal mengirim kapal dan pasukan darat ke Inggris. Itu adalah kegagalan pertama kampanye militer Nazi pada Perang Dunia Kedua dan berlanjut pada serangkaian kekalahan berikut sehingga menyerah pada Mei 1945.
Kudeta AS di Iran Terbongkar
39 tahun yang lalu, tanggal 19 Tir 1359 HS, rencana kudeta di Iran yang didalangi AS terbongkar dan berhasil digagalkan oleh tentara Republik Islam Iran.
Kudeta ini direncanakan oleh pihak-pihak dalam negeri yang terkait dengan mantan rezim Shah yang bekerja sama dengan AS, rezim Zionis, dan rezim Baath Irak.
Kudeta yang bertujuan untuk menggulingkan Republik Islam Iran yang baru saja berdiri itu, terjadi dua bulan setelah kegagalan AS dalam serangan militernya ke Tabas, di wilayah timur Iran.
Para pelaku kudeta ini berencana, dengan berpangkalan di pangkalan angkatan udara Iran "Nuzhe" di dekat kota Hamedan, mereka akan melancarkan serangan milter ke berbagai gedung penting di Teheran, antara lain gedung Radio dan Televisi Iran dan rumah Imam Khomeini. Namun kudeta ini berhasil terbongkar sebelum sempat dilaksanakan.